DEMOCRAZY.ID – TIGA tahun telah berlalu sejak Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diletakkan batu pertama, pada 14 Maret 2022, namun hingga kini, 1 Desember 2025, hasilnya masih jauh dari harapan.
Berulang kali rencana pindah ASN selalu ditunda dan ditunda. Memang sudah berdiri gedung gedung, tapi belum ada kehidupan.
Proyek ambisius ini, yang diharapkan menjadi simbol kemajuan Indonesia, kini menjadi beban bagi negara.
Kerusakan alam, masalah sosial kemasyarakatan dan utang yang menggunung menjadi satu-satunya hasil nyata dari proyek ini.
Dulu Presiden Jokowi berjanji bahwa IKN akan menjadi kota modern yang ramah lingkungan dan menjadi pusat ekonomi baru Indonesia.
Namun, realitasnya jauh berbeda. Pembangunan IKN tak sesuai target bahkan makin melambat, dan banyak fasilitas dasar yang belum tersedia.
Jalan, gedung, dan infrastruktur lainnya masih dalam tahap pembangunan, dan tidak ada tanda-tanda bahwa proyek ini akan selesai dalam waktu dekat.
Gedung gedung baru bermunculan di tengah hutan, membisu, senyap dan kelak menyeramkan. Media Inggris The Guardian memprediksi bakal jadi kota hantu.
Biaya pembangunan IKN yang mencapai Rp466 triliun menjadi beban bagi negara. Utang yang menggunung ini akan menjadi beban bagi generasi mendatang.
Siapapun Anda – pernah melihat IKN atau belum, setuju atau tidak – harus ikut membayar utang yang setinggi langit.
Pertanyaan besar adalah, apa yang akan kita dapatkan dari IKN? Apakah IKN akan berubah cepat menjadi kota yang modern sejajar dengan kota-kota besar di dunia? Atau hanya menjadi simbol ambisi yang gagal?
Proyek IKN ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita harus lebih kritis dan teliti dalam membuat keputusan.
Kita harus memastikan bahwa proyek-proyek besar seperti IKN ini benar-benar bermanfaat bagi rakyat dan tidak hanya menjadi beban berat bagi negara dan bangsa.
Tiga tahun IKN tak berarti apa-apa, kecuali gedung-gedung dia, membisu dan utang yang menggunung.
Kita harus belajar dari kesalahan ini dan memastikan bahwa proyek-proyek besar seperti IKN ini benar-benar bermanfaat bagi rakyat. Jangan biarkan ambisi menjadi beban bagi negara.
Jokowi adalah orang yang paling bertanggungjawab atas IKN dan proyek-proyek ambisius yang di luar nalar.
Orang satu Republik dibuat susah oleh Joko Widodo. Dan setiap pejabat negara yang melahirkan kesengsaraan harus segera diadili. ***