Tidak Perlu Khawatir! Ini Cara Cek Halal Produk Luar Negeri Saat Bepergian

Tidak Perlu Khawatir! Ini Cara Cek Halal Produk Luar Negeri Saat Bepergian

Satu hal yang sering dilupakan banyak wisatawan muslim adalah untuk cek halal produk luar negeri di CekHalal.id adalah suatu kewajiban yang utama. Bahkan, banyak yang memilih makan fast food padahal belum tentu berstatus halal karena regulasi tiap negara yang berbeda. Jika Anda akan bepergian, maka tips berikut bisa jadi sangat berguna.

cekhalal.id

3 Cara Mudah Cek Halal Produk Luar Negeri

1. Cari Logo Halal

Pertumbuhan umat muslim yang cukup cepat membuat banyak negara membentuk lembaga halal sendiri. Tugas utama dari lembaga tersebut adalah memberikan sertifikasi halal bagi produk atau usaha yang sudah memenuhi semua persyaratan. Akan tetapi, logo halal ini bisa tampil berbeda bagi tiap negara.

Misalnya di China, di mana umumnya restoran halal hanya menggunakan warna hijau dan penanda halal dalam tulisan mandarin. Baru pada beberapa tahun terakhir, pemerintah China mengharuskan ada logo halal dalam bahasa Arab, bahasa Mandarin, dan juga bahasa Inggris. Karena itu, Anda perlu mencari tahu peraturan di negara tujuan sebelum berangkat.

2. Periksa Bahan-Bahan

Cara berikutnya adalah memeriksa bahan apa saja yang digunakan. Tentu saja, ini mudah dilakukan bagi produk dalam kemasan seperti makanan ringan atau kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan untuk restoran, Anda bisa melihat dari nama restoran atau tempat makan. Misalnya, banyak food truck di Amerika yang menggunakan kata halal pada nama mereka untuk memudahkan muslim lain dalam memilih.

3. Cari Menggunakan Aplikasi atau Website

Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi dan berbagai website resmi untuk memeriksa sertifikasi halal. Misalnya, di Indonesia ada halalmui.org dan halal.go.id dan bagi muslim di Amerika Serikat bisa menggunakan website milik IFANCA yang merupakan lembaga penjamin halal di sana. Hanya dengan memasukkan nama produk pada salah satu website ini, Anda bisa melihat status halal dan juga sertifikat yang dimiliki.

Bagi Anda yang sering bepergian, harus cukup sering melakukan cek halal produk luar negeri, baik sebelum berangkat ataupun saat di tujuan. Selain ini bisa melindungi dari kebingungan, Anda juga bisa memberikan rekomendasi bagi rekan perjalanan yang membutuhkan.

cekhalal.id

Contoh Logo Halal di Beberapa Negara Populer

Untuk memudahkan, berikut beberapa contoh logo halal resmi dari negara-negara yang sering dikunjungi wisatawan Indonesia:

  • Malaysia: Logo halal dari JAKIM (Department of Islamic Development Malaysia) berbentuk lingkaran dengan tulisan “HALAL” dalam bahasa Melayu dan Arab, serta nomor sertifikat di bawahnya. Ini sangat umum terlihat di hampir semua produk makanan dan restoran.
  • Singapura: MUIS (Majlis Ugama Islam Singapura) menggunakan logo lingkaran biru dengan tulisan “HALAL” dan simbol bulan sabit. Sangat ketat dan diakui secara internasional.
  • Thailand: Logo dari The Halal Standard Institute of Thailand atau CICOT biasanya berwarna hijau dengan tulisan Thai dan Arab. Banyak digunakan di restoran dan produk ekspor.
  • Uni Emirat Arab: ESMA (Emirates Authority for Standardization and Metrology) memiliki logo dengan tulisan “Halal” dalam bahasa Arab dan Inggris, sering disertai kode UAE.
  • Eropa (umum): Beberapa lembaga seperti HFA (Halal Food Authority) di Inggris atau HFCE (Halal Food Council Europe) menggunakan logo dengan simbol “H” dalam lingkaran atau tulisan Arab.

Menyimpan foto-foto logo ini di ponsel sebelum berangkat bisa sangat membantu saat berbelanja atau makan di tempat.

Tips Tambahan Saat di Negara Non-Muslim

Di negara yang mayoritas non-muslim seperti Eropa, Amerika, atau Jepang, mencari makanan halal memang lebih menantang, tapi bukan tidak mungkin:

  • Pilih restoran vegetarian atau seafood jika ragu, karena biasanya lebih aman (hindari saja yang mengandung alkohol atau gelatin).
  • Cari komunitas muslim lokal melalui grup Facebook atau aplikasi seperti “Halal Dining” untuk rekomendasi hidden gem.
  • Untuk produk kosmetik dan obat-obatan, perhatikan bahan seperti gelatin, alcohol (ethanol dari fermentasi), atau L-cysteine yang sering berasal dari bulu babi atau rambut manusia.
  • Jika membawa makanan dari Indonesia, pastikan sesuai aturan bea cukai negara tujuan agar tidak disita.

Dengan persiapan yang matang, traveling tetap bisa nyaman tanpa mengorbankan prinsip halal. Semoga perjalanan Anda selalu lancar dan berkah!

cekhalal.id

Destinasi Wisata Halal Friendly Terbaik 2025

Jika Anda merencanakan liburan, pertimbangkan destinasi yang semakin ramah muslim menurut Global Muslim Travel Index 2025:

  • Malaysia (peringkat 1): Kuala Lumpur dan Penang penuh restoran halal, masjid megah, dan hotel syariah.
  • Indonesia: Lombok, Aceh, dan Jakarta dengan wisata heritage Islam dan kuliner halal melimpah.
  • Uni Emirat Arab (Dubai): Mewah dengan fasilitas halal lengkap, dari mall hingga tur ziarah.
  • Turki: Istanbul kaya sejarah Islam, makanan halal everywhere.
  • Singapura & Jepang: Meski minoritas muslim, semakin banyak opsi muslim-friendly seperti ruang sholat di bandara dan label halal.

Destinasi ini tidak hanya menyediakan makanan halal, tapi juga fasilitas ibadah, hotel keluarga, dan tur yang menghormati nilai Islam.

Bahan-Bahan yang Perlu Diwaspadai di Produk Luar

Selain logo, kenali bahan mencurigakan yang sering muncul di produk impor:

  • Gelatin: Sering dari babi, kecuali ditulis “halal gelatin” atau dari ikan/sapi halal.
  • E-codes Haram: Seperti E120 (cochineal dari serangga), E441 (gelatin), atau E542 (dari tulang).
  • Alcohol/Ethanol: Dalam minuman, permen, atau kosmetik – hindari jika bukan untuk fermentasi alami.
  • Lard/Shortening: Lemak babi, sering di bakery produk Barat.

Gunakan aplikasi scanner untuk deteksi cepat. Jika ragu, pilih produk dengan sertifikasi resmi dari lembaga terpercaya.

Dengan tambahan tips ini, semoga traveling Anda semakin tenang dan menyenangkan. Selalu prioritaskan kesehatan dan keberkahan dalam setiap pilihan makanan ya!

cekhalal.id

Artikel terkait lainnya