DEMOCRAZY.ID – Dokumen baru terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein, yang baru saja dirilis ke publik oleh Amerika Serikat (AS), mengungkapkan bahwa mantan pemodal terkemuka AS, yang seorang penganut Yahudi, pernah dikirimi potongan kain suci dari Ka’bah, atau Kiswah.
Pengiriman potongan Kiswah itu, seperti dilansir Middle East Eye, Selasa (3/2/2026), terungkap dalam sejumlah email yang dibuka ke publik oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1) pekan lalu.
Disebutkan dalam beberapa email bahwa pengiriman potongan Kiswah dari Mekah, Arab Saudi, ke AS diatur seorang kontak terkait Uni Emirat Arab (UEA).
Korespondensi via email, tertanggal Februari dan Maret 2017, menunjukkan seorang pengusaha wanita yang berbasis di UEA, Aziza al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga potong kain terkait Kiswah, kain hitam bersulam emas yang menutupi Ka’bah di pusat situs paling suci Islam di Arab Saudi.
Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Setiap tahun, kain Kiswah dilepas dari tempat suci tersebut dan diganti dengan yang baru, dengan potongan-potongan Kiswah sebelumnya diperlakukan sebagai artefak yang sangat berharga.
Beberapa email dalam berkas Epstein menunjukkan bahwa potongan-potongan Kiswah itu dikirimkan melalui kargo udara dari Saudi ke Florida, AS, menggunakan British Airways, dengan koordinasi mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman lokal di dalam AS.
Pesan-pesan dalam korespondensi email tersebut menggambarkan tiga potongan kain Kiswah yang dikirimkan, yakni satu potongan dari dalam Ka’bah, satu potongan lainnya merupakan kain penutup luar yang telah digunakan, dan satu potongan lainnya dibuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan.
Korespondensi email itu menggambarkan potongan yang tidak digunakan sebagai cara untuk mengklasifikasikan pengiriman kargo tersebut sebagai “karya seni”.
Pengiriman tersebut tiba di kediaman Epstein pada Maret 2017.
Dalam salah satu emailnya, Ahmadi menggarisbawahi signifikansi religius kain tersebut sambil berbicara langsung kepada Epstein: “Potongan kain hitam itu telah disentuh oleh setidaknya 10 juta umat Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya.”
“Mereka berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha sebisa mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, harapan, air mata, dan keinginan mereka pada potongan ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima,” tambahnya.
Korespondensi email tersebut tidak menjelaskan bagaimana Ahmadi mengenai Epstein, atau mengapa potongan Kiswah itu dikirimkan kepadanya.
Meskipun berbasis di UEA, Ahmadi dilaporkan berkewarganegaraan Saudi.
Belum ada tanggapan langsung Kerajaan Saudi terkait laporan ini.
Epstein yang terdaftar sebagai penjahat seks ini, ditemukan tewas gantung diri di sel penjara tempatnya ditahan pada tahun 2019, saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.
Meskipun kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, hal itu memicu teori konspirasi selama bertahun-tahun.
Sebuah memo Biro Investigasi Federal AS (FBI) yang dirilis pada Jumat (30/1) malam menyebut Epstein pernah bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel.
“Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan pernah dilatih sebagai mata-mata di bawahnya,” sebut memo FBI tersebut.
Sumber: Detik