DEMOCRAZY.ID – Rais Aam PBNU telah memecat Penasihat Khusus Urusan Internasional Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Sosok Charles Holland Taylor ini ternyata bukan nama baru di NU karena Charles sudah berteman dekat dengan Gus Dur atau KH Abdurrachman Wahid.
Namun Charles Holland Taylor pria bule asal Amerika Serikat (AS) ini ternyata mualaf atau baru masuk Islam pada tahun 2003 lalu.
Dikutip dari laman nosel.id, Charles Holland Taylor atau Haji Muhammad Kholil merupakan pria kelahiran Winston-Salem, North Carolina, Amerika Serikat.
Sosok yang mempengaruhinya masuk Islam adalah Gus Dur. Holland yang dulunya adalah pebisnis tertarik dengan sosok Gus Dur.
Menurut penuturan Holland, dia bertemu Gus Dur saat bersemedi di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta.
Holland juga menikah dengan seorang perempuan santri dari Borobudur, Magelang, bernama Nining Niluh Sudarti pada 2003. Pernikahannya dengan Nining dikarunia tiga anak.
Mereka tinggal di Dusun Pakem, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Charles Holland Taylor tak lagi menjadi penasihat Gus Yahya sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 tentang Pencabutan Tanda Tangan dalam Surat Keputusan Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional.
Pencabutan mandat tersebut sebagai tindak lanjut hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU, 20 November 2025.
Dan juga berdasarkan ketentuan dalam Bab XVIII Pasal 57, 58, 61, 64, 67 Anggaran Rumah Tangga NU.
“Kami selaku Rais Aam PBNU menyatakan mencabut tanda tangan dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 tentang Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional,” bunyi surat edaran bertanda tangan Rais Aam PBNU, Miftachul Ahyar tertanggal 22 November 2025.
Holland dianggap terafiliasi dengan jejaring yang berpotensi mencederai posisi politik luar negeri PBNU.
“Iya benar, surat dari Rais Aam itu mencabut mandat Holland Taylor,” kata Ketua PBNU Umarsyah kepada wartawan, Minggu (23/11).
Dia meminta seluruh pengurus mulai dari pusat hingga daerah tetap tenang dan menunggu keputusan Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Ahyar.
Sumber: PojokSatu