Terungkap! Ini Alasan Prabowo Bolehkan ‘Orang Asing’ Jadi Petinggi BUMN

DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasannya mengizinkan Danantara merekrut ekspatriat hingga warga negara asing (WNA) untuk memimpin di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya telah mengizinkan Danantara untuk merekrut ekspatriat, warga negara asing, untuk dapat memimpin perusahaan-perusahaan (BUMN) ini,” kata Prabowo di hadapan para pemimpin dunia serta ribuan CEO perusahaan dari berbagai negara dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Alasannya lantaran Prabowo ingin agar BUMN bisa dipimpin oleh orang dengan pemikiran terbaik di dunia.

“Kami menginginkan otak terbaik dan pemikiran terbaik di dunia,” ungkap Prabowo.

Kepala Negara menambahkan, Danantara kini mengelola 1.044 BUMN.

Namun, pemerintah akan menguranginya menjadi sekitar 300.

“Danantara kini mengelola 1.044 perusahaan milik negara (BUMN). Kami akan menguranginya menjadi sekitar paling banyak 300,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pengurangan ini dimaksudkan untuk mengurangi inefisiensi dan agar tata kelola BUMN berstandar internasional.

“Kami akan melakukan rasionalisasi, kami akan menyingkirkan inefisiensi, kami menginginkan tata kelola terbaik dan manajemen terbaik di bawah standar internasional,” tuturnya.

Prabowo menyebut dirinya juga sedang mencoba mencari eksekutif terbaik untuk mengarahkan kepemimpinan Danantara.

Ia menyebut, Danantara sebagai energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia.

Dengan Danantara, Prabowo merasa setara dengan para pemimpin dunia yang hadir di WEF 2026.

Danantara juga membuat Indonesia mampu menjadi mitra negara-negara sahabat yang hadir di WEF 2026.

“Danantara adalah sovereign wealth fund dengan aset kelolaan sebesar satu triliun dollar AS. Dengan Danantara, saya bisa berdiri di sini di depan Anda sebagai mitra yang setara,” ucapnya.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya