Terungkap! Ini Alasan Kenapa Partai Gerakan Rakyat Tak Dipimpin Langsung Anies Baswedan

DEMOCRAZY.ID – Banyak yang menyuarakan agar Partai Gerakan Rakyat di nakhodai langsung oleh Anies Baswedan. Suara-suara itu tidak hanya datang dari pengamat politik.

Banyak juga suara dari kalangan pendukung Anies Baswedan.

Ada beberapa orang relawan yang enggan bergabung dengan Partai Gerakan Rakyat.

Ketika ditanya apa alasannya? Ia dengan terus terang menjawab, “Saya ingin gabung kalau Ketua Umumnya Abah Anies”.

Bukankah Partai Gerakan Rakyat akan mengusung Pak Anies di Pilpres 2029, kata penulis. Itu pertanda bahwa Partai Gerakan Rakyat partainya Abah Anies.

Seperti kata Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dalam pidato perdananya setelah secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, “Partai Gerakan Rakyat adalah Anies Baswedan dan Anies Baswedan adalah Partai Gerakan Rakyat,” kata Sahrin Hamid dalam pidatonya yang berapi-api disambut yel-yel Hura oleh peserta Rakernas.

Tidak hanya berhenti disitu. Partai Gerakan Rakyat akan mencalonkan Anies Baswedan di Pilpres 2029 yang akan datang.

Meski terlalu dini kata pengamat politik. Bukan soal terlalu dini tidaknya tapi momentumnya.

Pencalonan Anies Baswedan oleh Partai Gerakan Rakyat diharapkan akan mempercepat konsolidasi internal terutama di kalangan pendukung Anies Baswedan.

Karena belum semua pendukung Anies Baswedan bergabung ke dalam Gerakan Rakyat.

Sama halnya dengan SBY ketika awal-awal Partai Demokrat berdiri. Tidak ada nama SBY di struktur partai. Tapi publik tahu.

Partai Demokrat adalah partainya SBY untuk berlaga di Pilpres 2004. Pilpres langsung pertama dalam sejarah demokrasi di Indonesia.

Bisa Anda bayangkan repotnya Anies Baswedan andai menjadi Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat.

Ia harus menyusun struktur organisasi partai hingga ke kecamatan minimal 50 persen kecamatan di Indonesia sudah terbentuk untuk memenuhi persyaratan Undang-undang.

Belum lagi Anies Baswedan harus mengurus agar Partai Gerakan Rakyat memperoleh badan hukum hingga lolos verifikasi sebagai peserta Pemilu tahun 2029. Sebuah kerja tidak mudah.

Adalah tepat bila Anies Baswedan dibantu orang khusus di Partai Gerakan Rakyat. Orang khusus itu, Sahrin Hamid yang telah mengurus Gerakan Rakyat sejak 2023 yang lalu.

Penulis ketika itu diamanahi sebagai Koordinator Presidium Gerakan Rakyat Jawa Barat.

Karena betapa repotnya Anies Baswedan bila harus memimpin langsung Partai Gerakan Rakyat.

Tentu saja akan mengurangi peran Anies Baswedan untuk tampil sebagai tokoh bangsa yang diharapkan memimpin negeri ini.

Penulis berpendapat bahwa pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh Partai Gerakan Rakyat bukan soal terlalu dini. Soal Anies Baswedan sebagai vote getter Partai Gerakan Rakyat.

Makanya untuk urusan teknis kepartaian diserahkan kepada Sahrin Hamid, salahsatu orang kepercayaan Anies Baswedan.

Sehingga Anies Baswedan bisa fokus ke isu-isu kebangsaan dan kenegaraan. Sambil tetap menjadi “pengendali” utama dan vote getter Partai Gerakan Rakyat.

Artikel terkait lainnya