DEMOCRAZY.ID – Bandara Indonesia Morowali Industrial Park atau Bandara IMIP sampai saat ini masih menjadi sorotan usai Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebut bandara tersebut beroperasi tanpa izin.
Bandara ini dikabarkan terintegrasi dengan salah satu kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah.
Melihat dari namanya, bandara tersebut dikaitkan dengan pengelola Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park, PT IMIP yang jadi pusat hilirisasi komoditas nikel.
Diketahui, bandara tersebut juga digunakan untuk logistik industri, mulai dari pengangkutan pekerja hingga material industri
Lantas, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? Simak ulasannya di bawah ini.
PT IMIP sendiri merupakan perusahaan pengelola kawasan industri berbasis nikel yang terintegrasi.
Bandara IMIP didirikan pada tanggal 19 September 2013.
Melansir dari situs resmi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Bandara IMIP ini tercatat dikelola secara swasta dengan klarifikasi 4B.
Menurut BPK Sulawesi Tengah, kepemilikan sahan PT IMIP ini terbagi tiga entitas.
Pemegang mayoritas adalah Shanghai Decent Investment (Group), perusahaan Tiongkok dengan kepemilikan sebesar 49,69%.
Kemudian, sisa sahamnya dimiliki oleh dua perusahaan domestik, yakni PT Sulawesi Mining Investment sebesar 25% dan PT Bintang Delapan Investama sebesar 25,31%.
Bahkan, perusahaan patungan ini mempunyai modal dasar sebesar USD 40 juta.
Melansir dari situs resmi Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Bandara IMIP ini tercatat dikelola secara swasta dengan klarifikasi 4B.
Operasionalnya sendiri berada di bawah Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar.
Kelas bandara dikategorikan sebagai non-kelas dengan status operasi khusus untuk penggunaan domestik.
Tercatat juga Bandara IMIP mempunyai kode WAMP dari International Civil Aviation Organization (ICAO) dan MWS dari International Air Transport Association (IATA).
Dari data Ditjen Perhubungan Udara, Bandara IMIP juga cukup aktif lalu lintas udaranya, sampai tahun 2024 ada 534 yang dilayanan di bandara tersebut dengan total penumpang sekitar 51.800 orang.
Bandara tersebut terletak di Jl. Trans Sulawesi, Fatufia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Bandara IMIP juga mempunyai landasan pacu sepanjang 1.890 meter dengan lebar 30 meter.
Daya dukung landasan atau PCN berada di level 68/F/C/X/T.
Tak hanya itu, apron bandara juga dibangun sama dengan ukuran 96 x 83 meter dan daya dukung yang sepadan (PCN 68/F/C/X/T).
Sedangkan, untuk keamanan pendaratan, Bandara IMIP mempunyai runway strip seluas 2.010 x 300 meter.
Bandara IMIP juga disebut-sebut sebagai private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki PT IMIP.
Bandara tersebut digunakan untuk keperluan logistik industri, mulai dari pengangkutan pekerja sampai material industri.
Sumber: Disway