DEMOCRAZY.ID – Situasi di kawasan Selat Hormuz semakin membara.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menargetkan dua dermaga strategis di wilayah tersebut pada Rabu (1/4/2026).
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar infrastruktur sipil dan ekonomi di Provinsi Hormozgan.
Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan, Ahmad Nafisi, mengonfirmasi bahwa jet tempur kedua negara tersebut membidik titik-titik vital di pesisir Iran.
“Pesawat tempur AS dan Israel menargetkan dermaga perikanan Doha di Pulau Qeshm serta dermaga perikanan dan niaga di Bandar-e Charak,” ujar Nafisi dalam keterangannya kepada media.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, serangan ini menyebabkan jatuhnya korban luka.
Di Pulau Qeshm, sedikitnya dua orang dilaporkan terluka, sementara di Bandar-e Charak, tiga orang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian.
“Tim pencarian dan penyelamatan yang dikerahkan ke lokasi masih melanjutkan operasi,” tambah Nafisi.
Serangan pada Rabu ini bukanlah insiden tunggal.
Nafisi membeberkan bahwa sehari sebelumnya, yakni pada Selasa (31/3/2026), Dermaga Bahman di Pulau Qeshm juga telah menjadi sasaran amuk udara.
Tak hanya itu, Pelabuhan Shahid Haghani di Bandar Abbas pun tak luput dari serangan pada hari yang sama.
Agresi ini tampaknya menyasar sektor krusial bagi kehidupan warga lokal.
Nafisi menyebutkan bahwa fasilitas desalinasi air laut di pulau tersebut telah menjadi sasaran utama sejak hari-hari awal pecahnya konflik.
Hingga saat ini, pihak militer AS maupun Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan di Selat Hormuz tersebut.
Namun, eskalasi ini kian mengancam stabilitas jalur perdagangan energi global di salah satu titik tersibuk di dunia itu.
Sumber: Inilah