Temui Jokowi di Solo, Damai Hari Lubis Klaim Ikuti Cara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Menasihati Mantan Presiden

DEMOCRAZY.ID – Pengacara dan aktivis hukum Damai Hari Lubis mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Solo.

Dalam pernyataannya, Damai Hari Lubis menegaskan kedatangannya bukan untuk kepentingan politik maupun pembelaan hukum, melainkan untuk menyampaikan nasihat secara langsung kepada Jokowi, dengan mencontoh metode dakwah yang pernah dilakukan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

Ia mengaku diajak langsung oleh Eggi Sudjana untuk menemui Jokowi dengan tujuan menyampaikan nasihat moral.

“Saya datang bukan sebagai pengacara, apalagi pembela. Saya datang untuk menasihati, mengikuti cara Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dalam menasihati penguasa,” ujar Damai Hari Lubis kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Menurut Damai, sosok Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menjadi rujukan karena keberaniannya dalam menyampaikan kritik dan nasihat kepada penguasa secara langsung, tanpa pamrih, tanpa kepentingan hukum maupun politik.

Ia menegaskan, pendekatan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang warga negara yang merasa perlu mengingatkan pemimpin, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

“Ustaz Ba’asyir menasihati penguasa karena kewajiban iman dan akhlak. Saya meniru itu. Tidak ada kepentingan hukum, tidak ada negosiasi apa pun,” kata Damai.

Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya akan menjadi bagian dari tim kuasa hukum Jokowi dalam isu apa pun, termasuk persoalan ijazah.

“Haram bagi saya menjadi pengacara Jokowi,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menandai jarak yang jelas antara Damai Hari Lubis dan segala bentuk pembelaan hukum terhadap Jokowi, sekaligus memperkuat klaim bahwa pertemuan itu murni bersifat personal dan moral.

Dalam kesempatan yang sama, Damai Hari Lubis juga mengungkapkan adanya dinamika internal di tubuh TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis).

Ia menyebut Eggi Sudjana berencana melakukan perombakan internal, termasuk memecat Azam Khan serta beberapa anggota TPUA lainnya.

“Bang Eggi menyampaikan kepada saya, akan ada pemecatan terhadap Azam Khan dan beberapa anggota TPUA. Itu keputusan internal,” ungkap Damai.

Namun, Damai tidak menjelaskan secara rinci alasan rencana pemecatan tersebut.

Ia hanya menyebut adanya perbedaan sikap dan garis perjuangan di dalam organisasi.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya friksi serius di internal TPUA, terutama terkait sikap organisasi terhadap isu-isu hukum dan politik yang melibatkan tokoh nasional.

Damai Hari Lubis menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya tidak boleh ditarik ke ranah politik praktis.

Ia mengaku tidak memiliki kepentingan elektoral, jabatan, atau agenda kekuasaan.

“Saya tidak cari panggung. Kalau mau cari panggung, saya jadi pembela atau pengacara. Tapi itu tidak saya lakukan,” katanya.

Ia juga menolak anggapan bahwa pertemuan dengan Jokowi merupakan bentuk kompromi atau pelunakan sikap.

“Menemui bukan berarti tunduk. Menasihati bukan berarti membela,” ucap Damai.

Pernyataan Damai Hari Lubis berpotensi memicu beragam respons publik, terutama karena menyangkut mantan Presiden Jokowi, isu ijazah, serta dinamika internal kelompok advokasi yang selama ini vokal mengkritik mantan Wali Kota Solo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Jokowi maupun Eggi Sudjana terkait klaim pertemuan tersebut maupun rencana pemecatan di internal TPUA.

Azam Khan juga belum memberikan tanggapan atas pernyataan yang menyebut namanya.

Sumber: RadarAktual

Artikel terkait lainnya