DEMOCRAZY.ID – Serangan rudal besar dari Iran menghantam wilayah Israel dan memicu sirene peringatan di sejumlah kota, termasuk Tel Aviv dan kawasan sekitar Jerusalem.
Serangan balasan Iran tersebut menyebabkan setidaknya 16 lokasi jatuhnya serpihan rudal di wilayah pusat Israel.
Melansir dari laporan media Israel, Emess, Selasa (10/3), serangan rudal menurut otoritas setempat melaporkan seorang pria berusia sekitar 40 tahun mengalami luka parah akibat serpihan rudal yang mengenai lehernya.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit Tel Aviv Sourasky Medical Center (Ichilov Hospital) untuk mendapatkan perawatan darurat.
Petugas medis menggambarkan kondisi korban cukup serius saat pertama ditemukan di lokasi kejadian.
“Kami tiba di lokasi dan menemukan seorang pria sekitar 40 tahun dengan luka serius akibat serpihan rudal,” kata tim paramedis.
“Kami segera memberikan pertolongan pertama, menghentikan pendarahan, dan membawanya ke ruang trauma di rumah sakit Ichilov,” ujar petugas medis yang menangani korban.
Selain korban luka berat, lima orang lainnya juga mengalami cedera dengan tingkat berbeda.
Mereka dibawa ke beberapa rumah sakit, termasuk Sheba Medical Center dan Rabin Medical Center, Beilinson Hospital.
Menurut laporan awal, serangan tersebut diduga menggunakan rudal tipe terfragmentasi yang pecah di udara dan menyebarkan serpihan ke berbagai lokasi.
Hal inilah yang menyebabkan banyak titik jatuhnya pecahan rudal di wilayah pusat Israel.
Di beberapa lokasi lain, kerusakan properti juga dilaporkan cukup besar.
Layanan pemadam kebakaran Israel menyebut sebuah bangunan di distrik Dan runtuh, sementara serpihan rudal juga menghantam atap bangunan lain di kawasan pusat kota.
Di Bnei Brak, pemerintah kota melaporkan serpihan rudal merusak sejumlah kendaraan. Namun tidak ada korban jiwa atau kerusakan serius pada infrastruktur bangunan.
Polisi Israel bersama tim penjinak bom dan petugas penyelamat langsung mengamankan lokasi-lokasi jatuhnya serpihan rudal.
Mereka memperingatkan warga agar tidak mendekati sisa-sisa senjata yang masih berpotensi mengandung bahan peledak.
“Masyarakat diminta tidak menyentuh serpihan rudal atau bagian intersepsi apa pun dan memberi ruang bagi tim penyelamat untuk bekerja,” kata juru bicara kepolisian.
Israel Defense Forces mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran.
Sementara itu, salah satu bekas tentara Israel di akun X menumpahkan amarahnya atas kebijakan PM Benjamin Netanyahu yang disebut penjahat.
Akun @A_Ham96 yang di bionya menyebut sebagai Arab Yahudi dan mengklaim bekas tentara Israel di postingannya menyebut Netanyahu adalah penghancur Israel.
“Yang diinginkan Netanyahu hanyalah menghancurkan segala sesuatu di negara ini. Dia adalah orang paling berbahaya dalam sejarah Israel. Israel berada di ambang kehancuran di bawah Netanyahu dan kelompok ekstremisnya, yang telah menyeret kita ke dalam perang dahsyat dengan Teheran dan proksinya,” tulis akun tersebut dengan bahasa Ibrani.
Pada postingan lainnya akun tersebut juga memposting foto kehancuran pusat komunikasi satelit Sdot Micha, yang terletak di selatan Tel Aviv, akibat serangan rudal Iran.
תל אביב הבוקר, מראות של היקף הנזק וההרס שנגרמו על ידי טילים איראניים על ישראל אמש. pic.twitter.com/0mwnTWCPjH
— إسحاق حمومي | יצחק אל-חמומי 🇮🇱 (@A_Ham96) March 10, 2026
Sumber: Suara