Tanda Inverter Mitsubishi Perlu Disetting Ulang atau Diganti

Inverter Mitsubishi Bermasalah? Ini Bedanya Kapan Harus Reset Parameter vs Ganti Unit

Inverter Mitsubishi yang beroperasi terus-menerus dalam lingkungan industri memang sudah dirancang secara tangguh. Namun, apabila terkena paparan beban kerja tinggi, suhu, debu, dan fluktuasi listrik secara terus-menerus justru dapat menurunkan performanya seiring waktu, yang kemudian mengganggu proses produksi.

Untuk itu, Anda harus mampu mengenali apa saja tanda turunnya performa inverter supaya dapat menentukan apakah inverter masih cukup disetting ulang atau sudah masuk fase kapan inverter perlu diganti? Simak apa saja tanda-tanda turunnya performa inverter!

hmsgroup.co.id

1. Performa Mesin Mulai Tidak Stabil

Tanda pertama adalah saat motor sering naik-turun putaran tanpa perintah yang jelas. Ketidakstabilan putaran motor tersebut ering menandakan parameter inverter tidak lagi sesuai dengan kondisi aktual mesin. Pada aplikasi pompa dan conveyor, tanda ini terlihat dari aliran yang tersendat atau kecepatan yang tidak konsisten.

Jika dibiarkan justru memicu getaran berlebih, keausan mekanis, hingga menurunkan kualitas output produksi. Jika sudah begini, maka Anda perlu melakukan setting ulang parameter terutama pada acceleration, deceleration, V/f, atau kontrol torsi. 

2. Muncul Alarm atau Error Code Secara Berulang

Tanda kedua adalah munculnya alarm atau error code secara berulang, meskipun beban kerja normal. Hal ini menunjukkan adanya mismatch konfigurasi, gangguan suplai daya, atau penurunan performa komponen internal.

Jika sudah begini, maka inverter perlu disetting ulang atau mengevaluasi kondisi inverter. Langkah awalnya adalah dengan membaca kode error, mengecek pendinginan, koneksi terminal, serta parameter proteksi. Jika setelah setting ulang ternyata alarm tetap berulang, maka perlu mengevaluasi kondisi internal inverter.

hmsgroup.co.id

3. Konsumsi Listrik Meningkat Tanpa Perubahan Beban

Tagihan listrik yang naik padahal kapasitas produksi relatif sama bisa menandakan inverter tidak lagi bekerja optimal dalam mengatur kecepatan motor. Parameter kontrol yang melenceng membuat efisiensi turun. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya operasional. 

Jika sudah begini, Anda perlu melakukan setting ulang karena nantinya berisiko pada efisiensi energi. Namun, bila konsumsi tetap tinggi setelah optimasi, bisa menjadi indikator bahwa inverter memang perlu diganti.

4. Inverter Sering Panas atau Mengeluarkan Suara Tidak Normal

Overheating bisa dipicu oleh ventilasi tersumbat, kipas melemah, atau komponen daya yang mulai aus. Suara dengung dan getaran tak wajar juga patut dicurigai sebagai tanda penurunan kondisi internal.

Anda bisa melakukan perawatan berupa pembersihan, pengecekan kipas, dan setting ulang proteksi termal. Jika panas berlebih alias overheating ini tetap terjadi dalam kondisi beban normal, maka pertimbangkan penggantian unit untuk mencegah kegagalan mendadak.

hmsgroup.co.id

5. Respons Kontrol Melambat dan Presisi Menurun

Dalam sistem yang menuntut presisi seperti pengaturan kecepatan konveyor terintegrasi sensor, maka respons inverter yang melambat pasti akan langsung terasa. Hal ini bisa berasal dari firmware usang, parameter kontrol yang tak lagi relevan, atau degradasi modul kontrol.

Jika sudah begini, Anda bisa melakukan update firmware dan penyesuaian parameter kontrol untuk memulihkan performa. Namun, bila presisi tetap menurun dan mengganggu kualitas proses, maka cara jitu adalah dengan mengganti inverter yang baru. 

6. Usia Pakai dan Ketersediaan Suku Cadang

Usia pakai yang panjang mampu meningkatkan risiko kegagalan komponen, terutama kapasitor dan modul daya. Selain itu, ketersediaan suku cadang untuk model lama cenderung terbatas, sehingga akan memperpanjang waktu perbaikan saat terjadi gangguan.

Jika sudah begini, Anda perlu mengganti unit dengan model yang lebih baru karena suku cadangnya mudah ditemukan sehingga lebih ekonomis apabila terjadi kerusakan. 

hmsgroup.co.id

Kapan Inverter Perlu Diganti?

Banyak orang yang sering mempertanyakan kapan inverter perlu diganti, atau jangan-jangan hanya perlu melakukan setting ulang saja. Anda dapat melakukan setting ulang bila terjadi perubahan beban, proses, atau parameter yang tidak lagi relevan, serta tidak ditemukan kerusakan fisik.

Sebaliknya, opsi penggantian inverter sangat direkomendasikan bila masalah berulang meski sudah dioptimasi, terjadi overheating kronis, atau bahkan usia mesin memang sudah tua. 

Gangguan pada inverter bukan hanya memengaruhi performa motor, tetapi juga berdampak pada komponen mekanis seperti gearbox dan reducer akibat beban dinamis yang tidak stabil. Melalui upaya perawatan berkala, dan audit parameter akan mempengaruhi keputusan Anda untuk melakukan setting ulang atau ganti baru.

Untuk kebutuhan setting ulang maupun ganti baru, pastikan Anda memilih distributor tepercaya yang menyediakan produk asli. Salah satunya PT Hidayah Makmur Sukses yang jual inverter Mitsubishi lengkap dengan suku cadang terbaru. 

hmsgroup.co.id

Artikel terkait lainnya