Tak Banyak Omong! Lobi Ajaib Anwar Ibrahim Bikin Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

DEMOCRAZY.ID – Stabilitas pasokan bahan bakar minyak di Malaysia sempat menghadapi tantangan besar akibat perang di wilayah perairan Timur Tengah.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan keberhasilan diplomasi tingkat tinggi yang dilakukan secara personal dengan pemimpin tertinggi Iran.

Berkat kedekatan hubungan bilateral tersebut sebanyak tujuh unit kapal tanker milik Malaysia akhirnya diizinkan berlayar kembali.

Pengalaman berharga ini dibagikan Anwar saat menghadiri pertemuan bersama warga di Johor Bahru pada Minggu pagi.

Anwar menegaskan bahwa posisi tawar Malaysia di kancah internasional kini semakin diperhitungkan oleh negara-negara besar.

“Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu,” kata Anwar dalam sambutannya.

Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi Anwar yang sebelumnya sempat menerima kritik keras dari berbagai pihak internal.

Beberapa kalangan di dalam negeri sempat merasa khawatir atas langkah Anwar yang menjalin komunikasi terlalu erat dengan Teheran.

Kekhawatiran tersebut muncul karena adanya potensi tekanan ekonomi maupun politik dari pihak pemerintah Amerika Serikat.

“(Dia bilang) ‘Amerika akan menentukannya kita. Amerika akan menggunakan kekuatan. Kita negara kecil. Kita berdagang dengan Amerika, tetapi kamu malah baik dengan Iran’,” ujar Anwar.

Anwar Ibrahim membuktikan bahwa netralitas dan persahabatan dengan semua negara justru memberikan keuntungan strategis bagi rakyat.

Saat krisis kapal tanker terjadi di Selat Hormuz Anwar langsung mengambil inisiatif melakukan komunikasi telepon dengan Masoud Pezeshkian.

Dalam percakapan singkat tersebut PM Malaysia menjelaskan hambatan yang dihadapi oleh armada laut negaranya di perairan tersebut.

Respon yang diberikan oleh Presiden Iran ternyata sangat luar biasa dan menunjukkan rasa hormat yang mendalam.

“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh (kapal) tertahan. Dia bilang apa? Dia bilang, ‘ya, oke’. Jadi saya bilang kalau bisa, Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, terima pernyataan saya. Saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” ucap Anwa.

Meski operasional kapal sudah kembali normal namun dinamika pasar global tetap memengaruhi biaya logistik energi nasional.

Anwar tidak menampik bahwa beban asuransi dan ongkos kirim komoditas minyak mentah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Pihak oposisi terus memberikan sorotan tajam mengenai fluktuasi harga bahan bakar minyak di tingkat pengecer dalam negeri.

Namun Anwar mengingatkan bahwa ketersediaan barang jauh lebih krusial dibandingkan dengan krisis kelangkaan yang melanda negara lain.

Kesuksesan ini diklaim Anwar sebagai hasil dari kekompakan jajaran kabinet dalam menjaga kedaulatan dan prinsip negara.

Tidak semua kepala pemerintahan memiliki akses komunikasi langsung yang sangat cair dengan pemimpin negara-negara di Timur Tengah.

Presiden Iran bahkan memberikan jaminan keamanan secara personal dengan memanggil Anwar menggunakan sebutan saudara akrab.

Anwar menutup penjelasannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung arah kebijakan luar negeri yang berdaulat.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya