Sultan Riau Rela Sumbang Rp 1 Triliun, Kok Bisa? Begini Kisah Sultan Syarif Kasim II yang Jadi Pahlawan Indonesia!

DEMOCRAZY.ID – Tak banyak orang yang rela mengorbankan seluruh hartanya demi bangsa, tapi Sultan Syarif Kasim II dari Riau membuktikan cintanya kepada Indonesia dengan tindakan luar biasa.

Raja Kesultanan Siak ini dikenal sebagai salah satu penguasa muslim terkaya di Nusantara pada masanya dengan kekayaan dari perkebunan, pertanian, hingga kerja sama migas dengan perusahaan asal Amerika, Standard Oil Company of California.

Pada tahun 1930, Sultan Syarif Kasim II bahkan mengizinkan perusahaan tersebut menambang minyak di wilayah kekuasaannya, membuat hartanya semakin melimpah.

Namun, di balik kemewahan itu, sang sultan memilih hidup sederhana dan dermawan.

Ia membangun sekolah, menyalurkan beasiswa, serta memastikan rakyatnya mendapat pendidikan layak, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Ketika Indonesia baru merdeka tahun 1949 dan kondisi negara sedang kacau karena ancaman Belanda serta krisis ekonomi, Sultan Syarif Kasim II mengambil langkah yang mengejutkan.

Ia menyerahkan seluruh harta pribadi miliknya kepada pemerintah Indonesia agar bisa digunakan untuk membantu rakyat yang menderita.

Dalam buku Sultan Syarif Kasim II: Riwayat Hidup dan Perjuangannya (2004), tercatat bahwa beliau menyumbangkan mahkota emas, pedang kerajaan, mobil, serta kiloan emas dan berlian kepada Gubernur Sumatera Tengah di Bukittinggi.

Bahkan, ketika melihat rakyat Aceh juga kesulitan, sang sultan berniat membagikan emas dan berlian secara langsung.

Namun, Gubernur Aceh Daud Beureuh menyarankan agar bantuan itu diserahkan kepada pemerintah pusat di Yogyakarta.

Tanpa pikir panjang, Sultan Syarif Kasim II pun berangkat ke Yogyakarta dan memberikan semua hartanya kepada Presiden Soekarno.

Total nilai sumbangan mencapai 13 juta gulden atau setara lebih dari Rp 1 triliun saat ini, menjadikannya salah satu donasi pribadi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Tindakan ini bukan hanya bentuk kemurahan hati, tetapi juga simbol dukungan Kesultanan Siak kepada Republik Indonesia yang baru berdiri.

Padahal, dengan kekayaannya, Sultan Syarif Kasim II bisa saja mendirikan negara sendiri di tanah Sumatera Timur.

Namun ia memilih bersatu dengan Indonesia dan membantu rakyatnya yang sedang menderita.

Kisah Sultan Syarif Kasim II menjadi bukti bahwa cinta tanah air sejati tak diukur dari kata-kata, melainkan dari pengorbanan dan ketulusan yang nyata.

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya