DEMOCRAZY.ID – KERASUKAN adalah fenomena yang sering dikaitkan dengan hal-hal mistis atau supranatural di berbagai budaya.
Orang yang mengalami kerasukan biasanya menunjukkan perilaku tidak biasa, seperti berteriak, berbicara dengan suara berbeda, kehilangan kesadaran, atau bahkan memiliki kekuatan fisik di luar kebiasaan.
Namun, bagaimana dunia medis menjelaskan fenomena ini?
Dalam dunia medis, fenomena yang sering dianggap sebagai kerasukan sebenarnya bisa dijelaskan melalui beberapa kondisi kesehatan, baik dari sisi psikologi maupun neurologi.
Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan gejala kerasukan meliputi:
Gangguan ini termasuk dalam kategori Dissociative Disorders dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
Penderitanya mengalami kondisi di mana kesadaran, identitas, atau ingatan terganggu secara tiba-tiba.
Gejala yang mirip dengan kerasukan:
Epilepsi, terutama yang terjadi di lobus temporal otak, bisa menyebabkan gejala seperti halusinasi suara, perubahan kesadaran, atau gerakan tubuh yang tidak terkontrol.
Gejala yang mirip dengan kerasukan:
Skizofrenia adalah gangguan mental yang menyebabkan delusi, halusinasi, serta gangguan dalam berpikir dan berperilaku.
Orang dengan skizofrenia bisa mendengar suara yang tidak ada atau merasa dikendalikan oleh kekuatan luar.
Gejala yang mirip dengan kerasukan:
Gangguan konversi terjadi ketika seseorang mengalami gejala fisik seperti kejang, kelumpuhan, atau kehilangan kesadaran yang tidak bisa dijelaskan secara medis.
Kondisi ini sering muncul akibat tekanan psikologis yang ekstrem.
Gejala yang mirip dengan kerasukan:
Dalam beberapa kasus, kerasukan terjadi secara berkelompok, terutama di komunitas dengan kepercayaan kuat terhadap dunia supranatural. Fenomena ini dikenal sebagai mass psychogenic illness atau histeria massal, di mana sekelompok orang mengalami gejala yang sama karena pengaruh psikologis.
Gejala yang mirip dengan kerasukan:
Jika seseorang mengalami gejala yang mirip dengan kerasukan, langkah-langkah berikut bisa dilakukan:
Fenomena kerasukan yang sering dikaitkan dengan dunia gaib ternyata memiliki penjelasan ilmiah dalam dunia medis.
Berbagai gangguan psikologis dan neurologis bisa menyebabkan gejala yang mirip dengan kerasukan.
Oleh karena itu, pendekatan medis dan psikologis sangat penting dalam menangani kasus-kasus ini agar penderita mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan pemahaman yang lebih baik, kita bisa melihat fenomena kerasukan tidak hanya dari sisi mistis, tetapi juga dari perspektif kesehatan yang lebih rasional.