DEMOCRAZY.ID – Tak ada pesta pora di hari ulang tahun ke-66 Pangeran Andrew.
Alih-alih merayakan pertambahan usia dengan kemegahan, adik kandung Raja Charles III ini justru harus menghabiskan waktu di balik ruang pemeriksaan polisi.
Pada Kamis (19/2/2026) pukul 19.00 GMT, atau Jumat (20/2/2026) pukul 02.00 WIB, pria bernama lengkap Andrew Mountbatten-Windsor itu tertangkap kamera meninggalkan kantor polisi Aylsham, Norfolk.
Ia baru saja dibebaskan setelah sempat ditahan atas dugaan pelanggaran serius saat menjabat sebagai utusan perdagangan Kerajaan Inggris (UK Trade Envoy) beberapa tahun silam.
Statusnya kini? Bebas, namun masih dalam radar penyelidikan intensif kepolisian.
Prahara hukum yang menjerat Andrew kali ini bukan perkara sepele.
Mengutip BBC, kepolisian Thames Valley mengonfirmasi bahwa penahanan tersebut merupakan tindak lanjut dari peninjauan pengaduan terkait dugaan pertukaran dokumen rahasia negara.
Yang membuat publik terperanjat, dokumen tersebut diduga diserahkan kepada mendiang Jeffrey Epstein, predator seksual asal Amerika Serikat yang rekam jejaknya telah mengguncang pilar-pilar kekuasaan di berbagai belahan dunia.
“Setelah peninjauan menyeluruh, kami membuka penyelidikan atas tuduhan pelanggaran jabatan publik. Integritas dan objektivitas adalah prioritas kami dalam mengusut kasus ini,” tegas Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright.
Drama penangkapan Andrew dimulai sejak Kamis pagi. Berderet kendaraan polisi mengepung Wood Farm, kediaman Andrew di kawasan Sandringham yang sunyi.
Tak hanya di Norfolk, petugas juga dilaporkan melakukan penggeledahan di Royal Lodge, bekas kediaman mewahnya di Windsor.
Operasi ini disebut-sebut sebagai buntut dari bocornya jutaan dokumen terkait jaringan Epstein pada Januari lalu.
Dokumen-dokumen tersebut disinyalir memuat bukti baru mengenai peran Andrew dalam memanfaatkan otoritas jabatannya demi kepentingan yang melanggar hukum.
Hingga detik ini, Andrew Mountbatten-Windsor masih bungkam seribu bahasa. Lewat perwakilannya, ia secara konsisten membantah terlibat dalam kejahatan apa pun terkait Epstein.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Kehilangan gelar kerajaan dan jabatan militer setahun lalu seolah menjadi ‘pemanasan’ sebelum badai hukum ini benar-benar menerjang.
Koresponden istana pun menyebut peristiwa ini sebagai titik nadir terdalam bagi seorang anggota keluarga inti Kerajaan Inggris.
Bayangkan saja, dari kemegahan Istana Buckingham, kini ia harus akrab dengan dinginnya kursi pemeriksaan kantor polisi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa status Andrew saat ini belum sampai pada tahap pendakwaan.
Namun, dengan bukti-bukti baru yang terus bermunculan pasca-rilis dokumen Epstein, posisi pria yang baru saja berulang tahun ini dipastikan sedang berada di ujung tanduk.
Sumber: Inilah