Skandal Epstein Guncang Eropa: Dari Inggris hingga Norwegia, Pejabat Tinggi Bertumbangan!

DEMOCRAZY.ID – Gelombang baru dokumen mendiang pemodal asal Amerika Serikat (AS), Jeffrey Epstein, tak sekadar menjadi arsip hukum.

Berkas-berkas tersebut kini berubah menjadi badai politik yang menghantam Benua Biru, memaksa sejumlah tokoh penting meletakkan jabatan karena terseret relasi dengan sang predator seksual.

Pengungkapan jutaan halaman dokumen tambahan oleh Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari lalu –yang totalnya mencapai 3,5 juta halaman– membuka kotak pandora.

Akibatnya, kepercayaan publik terhadap sejumlah pejabat di Eropa runtuh seketika.

Norwegia: Kegagalan Penilaian Sang Dubes

Di Oslo, Kementerian Luar Negeri Norwegia pada Minggu (8/2/2026) mengonfirmasi pengunduran diri Mona Juul dari posisinya sebagai Duta Besar Norwegia untuk Yordania dan Irak.

Langkah ini diambil setelah jejak kontaknya dengan Epstein terendus publik.

Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, merespons tegas. Ia menilai pengunduran diri Juul adalah langkah tepat.

Menurutnya, hubungan Juul dengan Epstein mencerminkan ‘kegagalan penilaian yang serius’ yang mustahil dipulihkan.

Meski Juul telah mundur, Kementerian menegaskan investigasi internal tetap berjalan, menyoroti kepatuhan aturan bagi pejabat negara, baik yang masih aktif maupun purnatugas.

Inggris: Downing Street Memanas

Dampak lebih dahsyat terjadi di Inggris. Morgan McSweeney, Kepala Staf Perdana Menteri Keir Starmer, resmi mundur.

Pengunduran diri ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas sarannya menunjuk Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk AS.

Mandelson (72), yang baru menjabat tujuh bulan, dipecat Starmer awal tahun ini setelah namanya kembali mencuat dalam berkas Epstein.

Polisi Inggris bahkan telah membuka penyelidikan kriminal terhadap Mandelson terkait dugaan pelanggaran jabatan publik.

“Keputusan menunjuk Peter Mandelson adalah sebuah kesalahan. Dia telah merusak partai, negara, dan kepercayaan pada politik. Saya menyarankan penunjukan itu, dan saya bertanggung jawab penuh,” tulis McSweeney dalam surat pengunduran dirinya yang dikutip Sky News.

Perdana Menteri Starmer pun tak luput dari sorotan.

Pekan lalu, ia secara terbuka meminta maaf karena telah meremehkan seriusnya hubungan masa lalu Mandelson dengan Epstein.

Prancis: Mundur Demi Institusi

Di Paris, mantan Menteri Kebudayaan Prancis, Jack Lang, mengajukan pengunduran diri dari kursi Presiden Institut Dunia Arab (Arab World Institute).

Langkah ini diambil Lang di tengah ‘serangan pribadi’ terkait dokumen Epstein serta penyelidikan kejaksaan keuangan nasional Prancis atas dugaan penipuan pajak berat dan pencucian uang yang melibatkan dirinya dan putrinya.

Lang menyebut langkah mundurnya bertujuan untuk ‘melindungi’ lembaga budaya tersebut dari kemelut skandal yang membelitnya.

Rusia: Potret Kelam Elite Barat

Menanggapi rentetan skandal ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memberikan komentar pedas.

Pada Minggu (8/2/2026), Lavrov menyebut bahwa terbukanya berkas-berkas Epstein menelanjangi sifat asli Barat dan mengungkap apa yang ia sebut sebagai ‘satanisme murni’ di kalangan elite mereka.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya