Siap-Siap Desak ‘Impeachment’ Prabowo-Gibran!

Siap-Siap Desak ‘Impeachment’ Prabowo-Gibran!

OLEH: M RIZAL FADILLAH | Pemerhati Politik dan Kebangsaan

NAMPAKNYA semakin tidak membawa harapan kinerja pemerintahan yang dipimpin Prabowo Gibran ini.

Manajemen penyelenggaraan negara amburadul bagai tanpa perencanaan dan pengorganisasian yang efektif efisien.

Kementrian asyik dengan mainan masing-masing. Ironinya kerja buruk tetap diapresiasi oleh Presiden, karena modal tolok ukur hanya kepatuhan dan tepuk tangan para Menteri.

Presiden dan Wakil Presiden tidak bersinergi. Petantang-petenteng sendiri-sendiri. Satu bak kakek pikun dan yang lain anak bayi.

Keterpilihan Gibran disorot bahkan sejak mulai pencalonan. Rekayasa usia sangat vulgar, konstitusi dimainkan dan penyelenggara pemilu dibusukkan.

Rakyat dipaksa untuk diam melihat kepalsuan-kepalsuan. Gibran adalah Wakil Presiden cacat yang dipaksakan. Terakhir diketahui ia tidak memenuhi syarat pendidikan.

Desakan pemakzulan sangat kencang. Sayang Prabowo melindungi, sadar bahwa si bocil ini adalah gratifikasi untuk tiket dukungan sang bapak.

Rakyat memaklumi jika desakan pemakzulan terbatas Gibran. Prabowo diharapkan memiliki Wapres yang lebih smart dan mumpuni nantinya.

Kesempatan untuk memperbaiki kinerja. Namun sepertinya Prabowo buta dan tuli terhadap aspirasi.

Lebih memilih patuh pada Jokowi ketimbang mengikuti suara nurani. Hal ini juga sama saat menyikapi tuntutan ganti Kapolri. Berbelit dan sulit, padahal Kapolri sudah siap untuk alih profesi menjadi petani.

Ternyata Prabowo bukan pemimpin yang bagus dan berdedikasi. Mimpi yang tinggi tidak didukung oleh konsistensi diri. Janji kampanye banyak tertinggal di langit dan tidak bisa dibawa ke bumi.

Blunder demi blunder dilakukan sehingga kepercayaan tergerogoti. Kabinet gemuk, boros, korup, hukum berantakan, gemar piknik, banyak omon, serta mengabdi pada Jokowi dan oligarki.

Belepotan mengelola program unggulan MBG. Justru program ini menjadi sarang korupsi bagi instansi, relasi, dan famili. Mahasiswa berkata MBG itu maling berkedok gizi.

Program ini diprediksi akan gagal dan meninggalkan kebocoran dahsyat pada kas negeri. Membuat tangisan pilu ibu pertiwi.

Keanggotaan BoP dan perjanjian ART dengan Amerika adalah blunder abad ini. Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina justru menghambat kemerdekaan.

Misi BoP penuh dengan tipu-tipu. Amerika dan Israel adalah musuh Palestina yang anehnya kini jadi sahabat Indonesia.

Kesekian kali Prabowo berkhianat atas bangsa. Ngotot tetap di BoP dengan mengabaikan desakan rakyat nenimbulkan kecurigaan. Menurut The Guardian BoP adalah “Klub suap menyuap”.

Indonesia dalam keadaan bahaya di bawah kepemimpinan Prabowo Gibran. Penyelamatannya tidak ada jalan lain selain memakzulkan keduanya.

UUD 1945 mengatur tentang mekanismenya. Rakyat nampaknya bersiap-siap untuk mendesak penggantian kepemimpinan.

Impeachment menjadi keniscayaan. Indonesia sedang meluncur ke ruang yang gelap. ***

Artikel terkait lainnya