Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa!

DEMOCRAZY.ID – Peta politik nasional resmi kedatangan penantang baru yang ambisius.

Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru dalam sebuah perhelatan akbar di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (17/1/2026).

Menariknya, partai yang dinakhodai politisi kawakan Ahmad Rofiq ini langsung mencuri perhatian publik dengan membuat keputusan berani, yakni menyatakan dukungan penuh kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029 mendatang.

Namun, di balik dukungan tersebut, terdapat sejumlah fakta dan visi besar yang dibawa oleh partai berkelir modern ini.

Berikut enam fakta penting di balik berdirinya Partai Gema Bangsa:

1. Resmi Berdiri sebagai Partai Politik Baru

Gema Bangsa kini resmi bertransformasi menjadi partai politik baru.

Deklarasi yang dilakukan pada Sabtu (17/1/2026) di Jakarta International Convention Center (JICC) ini menandai kesiapan mereka untuk terjun langsung dalam dinamika politik nasional setelah setahun membangun fondasi organisasi.

Deklarasi Partai Gema Bangsa menjadi ajang konsolidasi nasional yang dihadiri seluruh jajaran pengurus dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Indonesia.

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara, menteri, pimpinan partai politik, tokoh publik, serta berbagai elemen masyarakat sipil, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga perwakilan petani, nelayan, buruh, kelompok perempuan, dan penyandang disabilitas.

2. Dukungan untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2029

Berbeda dengan partai baru pada umumnya yang cenderung bersikap wait and see, Partai Gema Bangsa mengambil langkah tegas dengan langsung menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju pada Pilpres 2029.

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk mengunci basis massa loyalis pemerintah sejak dini.

Saat membacakan deklarasi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, secara terbuka menyampaikan dukungan tersebut.

Sopiyan juga menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa didirikan sebagai wadah politik modern yang inklusif bagi seluruh warga.

Kehadirannya bertujuan menjawab keresahan masyarakat terhadap sistem politik yang selama ini dinilai terlalu transaksional, terpusat, dan didominasi kelompok oligarki.

3. Mengusung Tiga Visi Utama

Dalam kiprahnya di panggung politik nasional, Partai Gema Bangsa mengusung tiga visi utama sebagai pilar perjuangan, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.

Melalui visi Indonesia Mandiri, Gema Bangsa berkomitmen mewujudkan negara yang berdikari tanpa ketergantungan pada pihak luar.

Fokus utamanya adalah penguasaan sumber daya secara mandiri serta menempatkan aspirasi rakyat sebagai prioritas tertinggi dalam setiap pengambilan keputusan negara.

Sementara itu, Desentralisasi Politik diusung untuk mendorong demokrasi yang lebih merata dan inklusif.

Visi ini bertujuan memutus pola kekuasaan yang terpusat dan menggantinya dengan sistem yang lebih egaliter, di mana suara daerah memiliki peran krusial dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Adapun visi Indonesia Reborn ditawarkan sebagai solusi pembaruan sistem politik yang dinilai tidak lagi relevan.

Fokusnya membangun politik yang bersih, kekuasaan yang melayani, serta pembangunan jangka panjang.

Visi ini juga membuka ruang strategis bagi kaum muda untuk mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

4. Tegas Menolak Politik Oligarki dan Transaksional

Sekjen Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, menegaskan bahwa partai ini lahir dari kegelisahan publik.

Mereka memosisikan diri sebagai partai modern yang inklusif dan berkomitmen melawan praktik politik transaksional serta oligarki yang selama ini dinilai menghambat demokrasi.

Gema Bangsa juga menegaskan komitmennya mengawal suara rakyat melalui optimalisasi keunggulan wilayah dan budaya setempat.

Strategi ini diwujudkan lewat kebijakan desentralisasi politik yang memberi kewenangan lebih besar kepada daerah untuk mengelola potensinya sendiri.

5. Struktur Lengkap di 38 Provinsi

Meski tergolong partai baru, Gema Bangsa mengklaim telah memiliki infrastruktur politik yang solid.

Kepengurusan partai disebut telah terbentuk 100 persen di seluruh Indonesia, mencakup 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 514 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota.

Setelah menempuh perjalanan satu tahun sejak peluncuran perdana pada 17 Januari 2025, Partai Gema Bangsa kini menyatakan siap bertarung di panggung politik nasional.

Momentum satu tahun ini dinilai sebagai titik tolak untuk berkiprah lebih aktif dalam dinamika politik tanah air.

6. Dipimpin oleh Politisi Senior

Kemudi Partai Gema Bangsa dipegang oleh Ahmad Rofiq, politisi senior yang telah malang melintang di kancah politik nasional.

Rofiq memiliki rekam jejak panjang, mulai dari mendirikan Partai Matahari Bangsa hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai NasDem (2011–2013) dan Sekretaris Jenderal Partai Perindo selama satu dekade (2014–2024).

Dalam menjalankan roda organisasi, Ahmad Rofiq didampingi Dr. Muhammad Sopiyan, MA sebagai Sekretaris Jenderal.

Sopiyan berperan sebagai motor penggerak konsolidasi dan penguatan infrastruktur partai dari tingkat pusat hingga daerah.

Langkah ini menjadi bagian dari cetak biru jangka panjang Partai Gema Bangsa dalam membangun mesin politik yang solid dan kompetitif untuk menyongsong serta memenangkan kontestasi Pemilu 2029.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya