Setelah 6 Jam di KPK, Ridwan Kamil Tiba-Tiba Ngaku Diperas Lisa Mariana, Publik Curiga: Lah Kok Baru Sekarang?

DEMOCRAZY.ID – Pengakuan mengejutkan Ridwan Kamil usai keluar dari gedung KPK langsung menggegerkan publik.

Bukan soal angka, bukan soal proyek iklan Bank BJB, tetapi satu kalimat yang langsung membelokkan seluruh arah pemberitaan “Konteksnya pemerasan.”

“Itu konteksnya pemerasan dan itu uang pribadi,” ucap Ridwan Kamil di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025) dilansir Suara.com.

Pernyataan itu meluncur hanya beberapa jam setelah pemeriksaan sekitar enam jam di KPK.

RK akhirnya mengakui ada aliran uang kepada Lisa Mariana, figur yang namanya sudah berminggu-minggu memenuhi linimasa media.

Namun, yang membuat publik terbelalak adalah pengakuan bahwa uang itu diberikan karena ada tekanan, bukan karena ada hubungan dengan dugaan korupsi yang sedang disidik.

Sejak saat itu, linimasa media sosial langsung pecah. Banyak yang tak menduga kalau kasus yang semula hanya soal dugaan korupsi dana iklan BJB.

Kini justru berbelok ke dugaan pemerasan terhadap seorang pejabat publik.

Publik bertanya-tanya bagaimana cerita sesungguhnya sampai seorang mantan gubernur bisa menyebut dirinya “diperas” oleh Lisa?.

Sumber internal penyidikan menyebut, selama pemeriksaan RK dicecar soal dugaan aliran dana pribadi,

komunikasi dengan Lisa, dan potensi keterkaitan dengan penyidikan korupsi.

Namun RK bersikeras bahwa mobil, motor, hingga uang yang disebut-sebut mengalir ke Lisa bukan bersumber dari proyek apa pun.

Ia menegaskan semuanya berasal dari dompet pribadinya. Klaim ini membuat arah analisis publik berubah drastis.

Lisa sendiri, ketika beberapa waktu lalu diperiksa KPK, mengaku menerima uang dari RK “untuk anaknya”.

Pernyataan itu sempat memantik simpati sekaligus dugaan lain. Namun setelah pengakuan RK tentang pemerasan muncul, pernyataan Lisa kembali menjadi sorotan.

Publik kini mempertanyakan mana yang benar? Apakah ini bantuan, hubungan personal, atau justru tekanan yang menyebabkan RK mengeluarkan uang?

Pakar komunikasi politik menilai pengakuan RK ini bukan sekadar klarifikasi.

Ini adalah pukulan balik narasi. Selama berminggu-minggu, isu seolah mengarah pada dugaan bahwa RK kecipratan dana korupsi.

Namun dengan menyatakan dirinya korban pemerasan, alurnya berubah dan publik mulai melihat sisi lain yang sebelumnya tak disingkap.

Dari sisi hukum, situasinya semakin rumit. Jika pemerasan benar terjadi, KPK bisa membuka jalur baru penyelidikan yang berbeda dari korupsi dana iklan BJB.

Pemerasan termasuk tindak pidana yang dapat diproses aparat kepolisian.

Artinya, kasus ini berpotensi melebar menjadi dua rumpun hukum korupsi yang melibatkan pejabat BJB, dan pemerasan yang melibatkan individu yang menerima dana pribadi RK.

Namun sisi lain ikut mengemuka mengapa RK baru mengatakan “diperas” setelah diperiksa KPK? Pertanyaan ini bergema di media sosial dan menjadi bahan perdebatan tajam.

Ada yang menilai RK baru berani membuka fakta ketika tekanan publik memuncak.

Ada pula yang menduga ia tengah membangun narasi defensif untuk menjauhkan dirinya dari pusaran korupsi.

Terlepas dari spekulasi, satu hal jelas: pengakuan ini membuat kasus semakin panas. Hubungan antara RK dan Lisa kini berada di bawah mikroskop publik.

Percakapan, bukti transfer, hingga kronologi pemerasan semuanya kini ditunggu publik.

Di balik itu, KPK juga menghadapi tekanan.

Publik ingin melihat apakah lembaga antirasuah hanya fokus pada kasus korupsi di Bank BJB atau akan memperluas penyidikan ke dugaan pemerasan yang baru mengemuka.

Transparansi menjadi tuntutan utama.

Sementara itu, Lisa disebut akan kembali dimintai klarifikasi. Jika ia membantah klaim pemerasan.

Maka benturan narasi keduanya bisa memicu babak baru yang jauh lebih panas dari sebelumnya.

Sampai berita ini ditulis, satu pertanyaan besar belum terjawab apakah benar RK diperas, atau ada cerita lain di balik aliran uang itu?

Publik kini menunggu bukti, bukan hanya pernyataan.

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya