Selama 10 Tahun, Rezim Jokowi Telah Melepaskan Tambang dan Pengolahan Tambang Bauksit Lebih 90% ke Asing dan Oligarki

Selama 10 Tahun, Rezim Jokowi Telah Melepaskan Tambang dan Pengolahan Tambang Bauksit Lebih 90% ke Asing dan Oligarki

Oleh: Muhammad Said Didu

Bauksit adalah batuan sedimen yang menjadi sumber aluminium komersial terpenting di dunia.

Bauksit menjadi bahan baku penting dalam industri untuk membuat logam aluminium yang digunakan dalam transportasi, konstruksi, kemasan, dan kelistrikan, serta juga dipakai dalam produksi semen khusus.

(1) Cadangan Bauksit di Indonesia mencapai 2,8 milyar ton, peringkat 4 dunia, 9,8% cadangan dunia, ada di 4 Provinsi (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, dan Bangka Belitung).

(2) Pemurnian bauksit jadi SGA atau CGA. Tersisa dikuasai BUMN hanya sekitar 3,6% dari sebelumnya 100%.

Sebelum rezim Jokowi dikuasai 100% BUMN (Antam dan Inalum) – rezim Jokowi menyerahkan ke 17 perusahaan Asing dan Swasta dengan kapasitas produksi 27 juta ton sementara BUMN hanya 1 juta ton – atau hanya tersisa 3,6%.

  • Bauksit SGA (Smelter Grade Alumina) adalah bauksit berkualitas tinggi yang sudah dimurnikan menjadi alumina, bahan baku utama untuk produksi aluminium, dengan kadar minimal 42% (atau lebih) yang siap diolah di pabrik peleburan (smelter) menggunakan Proses Bayer, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah mineral domestik.
  • Bauksit CGA (Chemical Grade Alumina) adalah produk olahan bauksit dengan kemurnian tinggi (minimal 90%) yang dihasilkan oleh smelter, bukan langsung dari tambang, dan digunakan sebagai bahan baku industri kimia, pembuatan keramik, refraktori, hingga komponen elektronik seperti layar LCD dan IC.

(3) Pemurnian bauksit menjadi Alumnium Ingold. Dari 100% menjadi hanya sekitar 8,6% dikuasai BUMN (Inalum). Rezim Jokowi melepaskan pemurnian bauksit ke Asing dan Swasta sebesar 91,4% atau sebesar 2,1 juta ton dari total kapasitas produksi 2,375 juta ton. Kapasitas produksi Inalum hanya 275.000 ton.

Semoga masih bisa diperbaiki oleh rezim @prabowo.

Artikel terkait lainnya