Oleh: Muhammad Said Didu
Bauksit adalah batuan sedimen yang menjadi sumber aluminium komersial terpenting di dunia.
Bauksit menjadi bahan baku penting dalam industri untuk membuat logam aluminium yang digunakan dalam transportasi, konstruksi, kemasan, dan kelistrikan, serta juga dipakai dalam produksi semen khusus.
(1) Cadangan Bauksit di Indonesia mencapai 2,8 milyar ton, peringkat 4 dunia, 9,8% cadangan dunia, ada di 4 Provinsi (Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, dan Bangka Belitung).
(2) Pemurnian bauksit jadi SGA atau CGA. Tersisa dikuasai BUMN hanya sekitar 3,6% dari sebelumnya 100%.
Sebelum rezim Jokowi dikuasai 100% BUMN (Antam dan Inalum) – rezim Jokowi menyerahkan ke 17 perusahaan Asing dan Swasta dengan kapasitas produksi 27 juta ton sementara BUMN hanya 1 juta ton – atau hanya tersisa 3,6%.
(3) Pemurnian bauksit menjadi Alumnium Ingold. Dari 100% menjadi hanya sekitar 8,6% dikuasai BUMN (Inalum). Rezim Jokowi melepaskan pemurnian bauksit ke Asing dan Swasta sebesar 91,4% atau sebesar 2,1 juta ton dari total kapasitas produksi 2,375 juta ton. Kapasitas produksi Inalum hanya 275.000 ton.
Semoga masih bisa diperbaiki oleh rezim @prabowo.
Selama 10 tahun Rezim Jokowi telah melapaskan tambang dan pengolahan tambang Bauksit lebih 90 % ke Asing dan Oligarki.
Oleh : Muhammad Said Didu
1) Cadangan : 2,8 milyar ton, peringkat 4 dunia, 9,8 % cadangan dunia, ada di 4 Provinsi (Kalbar, Kalteng, Riau, dan Babel).
2)…
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) December 10, 2025