DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan potensi dan ancaman terjadinya Perang Dunia 3 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang makin memanas.
Menurut SBY, kondisi geopolitik makin tidak menentu karena dipicu negara super power yang mempunyai agenda masing-masing, yakni Amerika Serikat, China dan Rusia.
SBY menilai rivalitas kekuatan besar dan perlombaan persenjataan diantara mereka kini mengancam stabilitas dunia.
Hal tersebut diungkapkan SBY saat memberikan orasi ilmiah pada puncak Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), di Graha ITS, Selasa (11/11/2025), seperti ditayangkan di channel YouTube Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
“Berbahaya. Setiap negara, mempunyai kepentingan masing-masing. Dengan nasionalisme yang ekstrem, dengan tindakan yang sepihak terutama negara-negara yang besar, negara-negara yang mempunyai veto power,” kata SBY.
Menurutnya kondisi itu membuat terjadinya kemunduran kerja sama global baik multilateral ataupun regional.
SBY menegaskan, situasi tersebut harus segera dikendalikan agar tidak berkembang menjadi konflik berskala besar.
Untuk itu, kata dia, seluruh negara besar harus bisa menahan diri.
Jika tidak, kata SBY ada peluang terjadi perang dunia III.
Ia mengaku mengerti apa geopolitik hingga hubungan internasional.
“This one has to stop. Kalau tidak dihentikan, pertama sangat mungkin terjadi peperangan yang lebih besar. World War III sangat mungkin terjadi, sangat mungkin,” kata SBY.
“Saya jenderal, saya ngerti geopolitik, saya ngerti hubungan internasional, saya mengerti peace and security. Anytime could happen,” papar SBY.
Akan tetapi, SBY menyampaikan dirinya merupakan kelompok yang mempercayai bahwa perang dunia ketiga dapat dicegah.
“Tetapi saya termasuk barisan yang Perang Dunia III yang sangat menakutkan tetap bisa dicegah. Can be prevented, can be avoided. If there is a will that is a way. Tergantung para pemimpin dunia sekarang ini,” ujarnya.
“Ini pokok pikiran pertama, dunia kita yang berpengaruh pada masa depan dunia, masa depan Indonesia,” kata SBY.
SBY lalu menyinggung soal pertumbuhan ekonomi Indoenesia yang selama 10 tahun tidak pernah lebih dari 6 persen.
“Oleh karena itu saya mendukung Presiden Prabowo untuk kembali meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak tumbuh ekonomi kita, unemployment, pengangguran will stay. Dampaknya buruk. Orang menganggur tidak punya penghasilan, tidak punya daya beli. Bagaimana bisa hidup layak?” papar SBY.
Yang kedua, kata SBY, tanpa economic growth, poverty cannot be reduced.
“Syaratnya itu tumbuh. Yang kedua, tumbuhnya harus adil,” kata dia.
“Dalam ekonomi yang kapitalistik, open market system, memang ekonomi akan makin efisiensi. Pasar suka atau tidak suka akan membikin ekonomi kita makin efisien. Tetapi keburukan kapitalisme, keburukan open market system, dia tidak sensitif, dia tidak peduli pada kemiskinan, pada ketimpangan, dan ketidakadilan,” ujarnya.
Oleh karena itu, tambaj SBY, kita tidak boleh menyerahkan pada kapitalisme dan open market system.
“Perlu peran pemerintah di sini,” katanya.
@tribunkaltim.co Presiden ke-6 RI SBY ingatkan potensi terjadinya Perang Dunia III (WWIII) di tengah ketegangan geopolitik global. Rivalitas kekuatan besar & perlombaan senjata kini ancam stabilitas dunia. SBY optimistis WWIII masih bisa dicegah (can be prevented), tergantung pada kemauan para pemimpin dunia. #SBY #PerangDunia3 #Geopolitik #ITS #WorldWarIII #TribunKaltim ♬ original sound – Tribunkaltim
Sumber: Tribun