DEMOCRAZY.ID – Aktivis 98, Rustam Effendi, yang menjadi salah satu tersangka kasus ijazah Jokowi, menegaskan keyakinannya bahwa ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah palsu.
Sikap Rustam tak berubah meski dua seniornya, Eggi Sudjana dan Damai Lubis, telah bebas status tersangka setelah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pasca pertemuan dengan Jokowi.
Menurut Rustam, keyakinannya bukan semata berdasar kajian akademik atau penelitian pihak ketiga, tetapi berdasarkan pengakuan sejumlah pihak yang mengaku mengetahui langsung proses pembuatan ijazah Jokowi.
“Sampai hari ini saya yakin betul ijazah Jokowi palsu. Kalau ijazah itu palsu pasti ada pembuatnya. Pembuatnya itu saya tahu. Kawan saya menyatakan dia ikut membuat bersama Eko Sulistyo (mantan ketua KPU Solo) di Pasar Pramuka,” ujar Rustam di podcast MADILOG Forum Keadilan TV, Selasa (20/1/2026).
Rustam mengaku telah berulang kali meminta klarifikasi terbuka dari pihak yang disebut terlibat, namun hingga kini mereka memilih diam karena ketakutan.
“Saya selalu minta klarifikasi. Kalau memang tidak membuat, bilang tidak. Kalau membuat, ya minta maaf saja. Ini untuk kepentingan bangsa,” katanya.
Selain itu, Rustam mengungkap bahwa hubungannya dengan Eggi Sudjana memburuk setelah muncul pengakuan dari pihak yang disebut sebagai bagian tim pembuat ijazah.
Dia menilai tindakan Eggi sowan ke rumah Jokowi dan minta damai hingga akhirnya terbit SP3, tidak sejalan dengan upaya pembongkaran kasus yang selama ini digembar-gemborkan.
“PESAN SAYA BUAT BANG EGGI, JANGAN NANTANG-NANTANG SAYA. APA YANG KAMI LAKUKAN AKAN KAMI SELESAIKAN, APAPUN RESIKONYA. KALAU BANG EGGI GAK BERANI, NGAKUI SAJA KALAU BANG EGGI PENAKUT,” tandas Rustam Effendi.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO DIBAWAH: