Roy Suryo, Rismon dan Tifa Kini Sasar Riwayat Pendidikan Gibran, Guru Besar LIPI Ungkap Fakta Ini!

DEMOCRAZY.ID – Kasus dugaan ijazah palsu tidak berhenti di Joko Widodo (Jokowi) saja.

Roy Suryo, Rismon Sianipar dan Tifauziyah Tyassuma melanjutkan penelisikannya ke ijazah sang putra yang juga wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat politik senior yang juga guru besar riset dari LIPi Ikrar Nusa Bakti menduga kasus ini akan panjang karena bukan hanya masalah ijazah Jokowi tetapi juga status pendidikan Gibran yang dianggap tidak jelas.

“Mereka berpendapat pendidikan Gibran tidak jelas sejak di Jakarta hingga di Singapura dan Sidney. Dia dipastikan tidak tamat SMA. Jika itu bisa dibuktikan maka menjadi ancaman pemakzulan baginya karena UU menyebutkan salah satu syarat untuk ikut kontestasi Pilpres harus sekurang-kurangnya tamat SMA,” kata Ikrar dilansir pada Selasa (18/11).

Alumni Jurusan Ilmu Politik FISIP UI ini menyebut, Roy Suryo dkk saat ini fokus kepada ijazah Gibran yang dipergunakannya dalam pencalonan sebagai Cawapres dalam Pilpres 2024.

Mereka sedang mempersiapkan buku yang berjudul Gibran’s Black Paper.

“Kalau anda membuka Youtube bahkan Dr Rismon Sianipar sudah memberikan kita buku berjudul Gibran End Game, Wapres yang Tidak Lulus SMA. Buku itu diberikan ke publik dan silakan mendown-load bukan hanya membaca tetapi memiliki. Ini adalah buku pamungkas yang juga menggambarkan bahwa Gibran itu juga sebetulnya tidak memilik ijazah SMA,” ujarnya.

Menurut Ikrar, pendidikan Gibran kacau baik ketika di Singapora dan maupun di Sidney.

Bahkan sejak di Indonesia sudah jelas pendidikannya kacau.

Buku ini sudah tersebar luas dalam bentul PDF dan orang bisa mengambilnya lewat download.

Untuk menjaga dan menghormati hak cipta di setiap halaman naskah itu tercantum nama Rismon, sebagai pengarang.

“Saya sudah mendapatkannya dan buku itu sangat menarik. Anda tinggal buka dan semuanya tersaji lengkap. Dalam beberapa ratus halaman. Dalam waktu dekat Trio RRT akan menerbitkan buku kedua tentang keluarga Jokowi yang berjudul Gibran’s Black Paper. Kenapa judulnya begitu? Karena kebetulan mereka melihat jalur pendidikan Gibran itu benar-benar tidak jelas. Black = hitam,” kata Ikrar.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya