Rismon Tempuh Jalur Damai, Dokter Tifa Pilih ‘Mundur’ dari Polemik Ijazah Jokowi, Ada Apa?

DEMOCRAZY.ID – Polemik ijazah Presiden ke-7 RI perlahan mengarah ke penyelesaian damai.

Salah satu pihak yang sebelumnya terlibat, Rismon Sianipar, kini memilih menempuh jalur restoratif setelah bertemu langsung dengan Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/3/2026). Dari sana, proses perdamaian mulai dibangun, ditandai dengan pengajuan restorative justice yang kemudian mendapat respons positif.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyebut saat ini proses administratif tengah dipersiapkan untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut.

“Ajudan Pak Jokowi meminta kami menyiapkan administrasi terkait Restorative Justice dan berkoordinasi baik dengan kuasa hukum Rismon maupun pihak Polda Metro,” katanya pada Jumat (14/3/2026).

Ia menambahkan, persetujuan dari Jokowi menjadi pijakan utama agar perkara ini bisa diselesaikan tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang panjang.

“Permohonan Restorative Justice yang diajukan Rismon secara prinsip telah disetujui Bapak Jokowi,” papar Rivai.

Langkah Rismon ini muncul setelah ia mengakui keaslian ijazah Jokowi.

Pengakuan tersebut disampaikan usai melakukan penelitian ulang selama kurang lebih dua bulan, yang kemudian dipublikasikan melalui kanal YouTube Balige Academy.

Namun di tengah upaya damai itu, sikap berbeda justru datang dari Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa.

Ia tidak mengikuti langkah Rismon dan memilih untuk mengambil jarak dari polemik yang sempat ramai diperbincangkan tersebut.

Dokter Tifa mengaku tetap memantau perkembangan kasus, meski tidak lagi terlibat secara aktif.

Tolak Jalur Damai

“Dalam keheningan itu saya tetap mengikuti perkembangan yang terjadi di luar termasuk kabar tentang Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan restorative justice kepada Jokowi di Solo. Saya mencermatinya sesekali dari jarak yang tenang,” ujar Dokter Tifa.

Namun, ia secara tegas menolak menempuh jalur yang sama.

“Terus terang saya menyesalkan langkah tersebut. Saya tidak berada pada posisi yang sama dengannya. Dan Insya Allah, atas izin Allah serta dukungan yang terus mengalir dari banyak pihak, saya tidak akan pernah memilih jalan rendah seperti yang dipilih Rismon,” tegasnya.

Pilihan Rismon juga memunculkan tanda tanya di kalangan rekan-rekannya.

Dokter Tifa bahkan mengaku sempat menghubungi Roy Suryo karena tidak menyangka perubahan sikap tersebut.

Ia menilai keputusan itu bukan cerminan karakter asli Rismon, yang selama ini dikenal kuat dalam bidangnya.

“Hanya kami sedih karena kepada kami pun dia tidak terbuka. Padahal dalam ilmu yang dia tekuni, dia betul-betul hebat,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menduga ada tekanan yang memengaruhi keputusan tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Tetapi hidup sering menempatkan manusia pada tekanan yang tidak terlihat oleh orang lain. Tekanan itu bisa berupa ancaman yang kasar tetapi sering kali justru lebih kuat dalam bentuk yang jauh lebih halus: bujukan, iming-iming, kompromi yang menimbulkan ketakutan yang perlahan menggerogoti keberanian dan akal sehat,” kata Dokter Tifa.

Meski demikian, ia mengaku memahami tidak semua orang mampu menghadapi situasi tersebut sendirian.

“Saya memahami tidak semua orang mampu memikul beban semacam itu sendirian,” katanya.

Di tengah polemik yang terus bergulir, Dokter Tifa justru memilih mengambil jarak. Keputusan itu didorong keinginannya untuk lebih fokus menjalani ibadah di bulan Ramadan.

“Beberapa hari ini saya memilih menarik diri sejenak dari berbagai urusan. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah: sholat, tadarus, membaca kitab-kitab hikmah, dan lebih banyak berdiam di rumah,” katanya dikutip dari postingan di akun Facebook pribadinya, Selasa (17/3/2026).

Meski rehat, ia menegaskan tetap mengikuti perkembangan kasus dari kejauhan, tanpa terlibat langsung seperti sebelumnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya