DEMOCRAZY.ID – Tewasnya pemimpin keamanan nasional Iran Ali Larijani dalam serangan yang diklaim Israel memicu dugaan bahwa intelijen Israel atau Mossad telah menembus lingkaran elite Republik Islam Iran.
Israel sebelumnya mengumumkan telah menewaskan Larijani dalam operasi militer terbaru di tengah perang yang berlangsung lebih dari dua pekan di Timur Tengah.
Pengamat internasional menyebut serangan itu sebagai pukulan berat bagi Teheran karena menyasar tokoh inti keamanan nasional.
Jurnalis Angela Diffley dari France 24 mengatakan keberhasilan operasi tersebut mengindikasikan infiltrasi intelijen yang sangat dalam.
“Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tertinggi Iran kemungkinan telah ditembus oleh intelijen Israel, dan para pemimpin mereka tidak lagi bisa mempercayai siapa pun,” ujarnya.
Di tengah situasi tegang, media sosial juga diramaikan oleh beredarnya foto seorang pria yang disebut-sebut sebagai agen Mossad yang diduga sudah memprediksi kematian Larijani beberapa hari sebelum serangan terjadi.
Foto yang disebut misterius itu memicu spekulasi liar tentang kemungkinan adanya operasi rahasia yang sudah direncanakan sebelumnya.
Sebagian pengguna media sosial menilai kemunculan foto tersebut bukan kebetulan.
“Gambar itu muncul sebelum kabar serangan, banyak yang percaya ini petunjuk bahwa sesuatu sudah direncanakan sejak awal,” tulis salah satu akun yang membagikan foto tersebut seperti dilansir dari Elbalad News.
Namun sejumlah pengamat meragukan klaim tersebut dan mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Mereka menilai hubungan antara foto dan peristiwa kematian Larijani bisa saja hanya hasil penafsiran ulang setelah kejadian.
“Dalam situasi krisis, orang cenderung mengaitkan kejadian lama dengan peristiwa baru, sehingga terlihat seperti prediksi padahal tidak,” kata seorang analis media.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai keaslian foto maupun identitas pria yang disebut sebagai mata-mata tersebut.
Pihak Iran juga belum memberikan keterangan resmi terkait klaim Israel yang tewaskan Ali Larijani dan Komandan Pasukan Barj, Gholamreza Soleimani.
Sumber: Suara