Rhenald Kasali Ledek Birokrasi Goblok: ‘Aturannya Bikin Gila, Kepastiannya Bikin Bodoh!’

DEMOCRAZY.ID – Pakar manajemen dan ekonom senior Prof. Rhenald Kasali meledak! Dalam kanal YouTube-nya yang tayang Senin (20/10/2025).

Pendiri Rumah Perubahan ini tanpa basa-basi menelanjangi kebodohan sistem birokrasi dan kebijakan ekonomi Indonesia.

Sambil mengangkat buku The Psychology of Stupidity, Rhenald berkata tajam:

“Uncertainty makes you crazy. Certainty makes you stupid. Dan Indonesia punya dua-duanya! Kita gila dan bodoh sekaligus!”

Aturan Gonta-Ganti, Pengusaha Gila

Menurut Rhenald, Indonesia sedang jadi “pabrik kegilaan ekonomi”.

“Regulator kita hobi bikin aturan dadakan, ubah izin seenaknya, dan ngatur tanpa pikir dampak ekonomi,” ujarnya.

Ia menyinggung kasus SPBU asing yang awalnya disambut pemerintah, tapi begitu laris malah dipukul mundur.

“Investor sudah bangun infrastruktur, udah bangun reputasi, eh… tiba-tiba kargonya ditahan! Itu bukan nasionalisme, itu nasional-goblokisme!”

“Hilirisasi Nikel Kok Jadi Hilirisasi Akal Sehat?”

Soal hilirisasi, Rhenald juga tak tahan.

“Begitu semua dikasih izin tambang nikel, pasar langsung oversupply, harga ambruk, dan investasi hancur!” katanya.

“Kita ini lucu, mau jadi raja baterai dunia, tapi malah jadi korban baterai kebijakan!”

Bupati Ngejar Pajak dari Truk, Otaknya Parkir

Rhenald menyorot kepala daerah di Sumatera Utara yang menahan truk luar daerah demi “pendapatan daerah”.

“Itu bukan kebijakan, itu kemalasan berpikir!” sentilnya.

“Truk-truk itu bawa logistik nasional, tapi disabotase cuma buat retribusi recehan. Ini cara berpikir zaman batu di era digital!”

Akibatnya, biaya logistik naik, harga barang ikut meroket, dan pengusaha tekor.

“Pejabat daerah kita kebanyakan mau cepat kaya, bukan cepat mikir,” sindir Rhenald tajam.

Royalti Lagu, Migcuan Ditahan Negara Main Drama

Kasus royalti lagu juga tak luput dari tembakannya.

“Direktur perusahaan ditahan bukan karena korupsi, tapi karena salah administrasi. Bayar Rp2,2 miliar, eh… besoknya DPR bilang: rakyat boleh nyanyi gratis!”

“Yang udah bayar nangis, yang belum bayar ketawa. Ini negara serius apa stand-up comedy?”

Birokrasi Jadi Mesin Pungli!

Menurut Rhenald, ketidakpastian di Indonesia menciptakan lima bencana ekonomi:

1. Biaya usaha makin tinggi.

2. Investor takut masuk.

3. Nama baik pengusaha hancur.

4. Pungli dan suap merajalela.

5. Kompetisi jadi banci yang dekat kekuasaan menang, yang jujur tenggelam.

“Kalau aturan bisa berubah tiap minggu, jangan harap investor datang. Yang datang itu cuma oknum dan calo izin!”

Belajar dari Tetangga, Jangan Sok Jenius Sendiri

Rhenald membandingkan Indonesia dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

“Malaysia punya stability clause. Thailand wajib kasih tahu investor setahun sebelum ubah aturan. Vietnam? Semua kebijakan lintas kementerian enggak bisa diubah sepihak!”

“Makanya investor rame ke sana. Di kita? Baru mulai bisnis, besok udah ganti aturan. Ini bukan ease of doing business, ini ease of losing business!”

“Ketidakpastian Buatan Manusia Itu Pilihan!”

Sebagai penutup, Rhenald menembakkan peluru pamungkasnya:

“Ketidakpastian global wajar, tapi ketidakpastian buatan birokrasi itu pilihan. Dan pilihan kita selama ini: bodoh bersama-sama.”

Dan “A rule of law that changes with the wind is no law at all. Kalau hukum bisa diubah karena tekanan politik, itu bukan hukum itu lelucon berbayar,” tutupnya.

Sumber: MoneyTalk

Artikel terkait lainnya