Puji Setinggi Langit, Eggi Sudjana: Jokowi Itu Cerdas, Berani, dan Militan!

DEMOCRAZY.ID – Pengacara sekaligus aktivis nasional Eggi Sudjana memberikan pujian terbuka kepada mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Eggi menyebut Jokowi sebagai sosok pemimpin yang cerdas, berani, dan militan.

Pernyataan tersebut disampaikan Eggi setelah dirinya bertemu langsung dengan Jokowi di kediaman pribadi mantan presiden itu di Solo, Jawa Tengah.

Ungkapan pujian Eggi pun beredar luas di media sosial dan menuai beragam respons publik.

“Jokowi itu cerdas, berani, dan militan,” ujar Eggi Sudjana dalam pernyataannya yang dikutip dari unggahan yang beredar, Jumat (9/1/2026).

Menurut Eggi, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi.

Ia menilai Jokowi sebagai figur yang konsisten dalam mengambil keputusan penting selama memimpin Indonesia, termasuk dalam menghadapi berbagai tekanan politik dan dinamika kekuasaan.

Eggi juga menegaskan bahwa penilaiannya itu lahir dari pengamatan langsung, bukan semata opini publik.

Ia mengaku melihat Jokowi sebagai pemimpin yang memiliki keteguhan sikap serta keberanian menghadapi tantangan, baik saat masih menjabat maupun setelah purna tugas sebagai presiden.

Pujian Eggi Sudjana ini menjadi perhatian publik, mengingat selama ini ia dikenal sebagai figur yang kerap bersikap kritis terhadap penguasa.

Perubahan nada tersebut memunculkan spekulasi politik di tengah dinamika nasional pasca-Pemilu dan transisi pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jokowi terkait pujian yang disampaikan Eggi Sudjana.

Namun pertemuan keduanya di Solo dinilai menambah daftar tokoh nasional yang bersilaturahmi dengan Presiden ke-7 RI tersebut.

Pengakuan Keaslian Ijazah di Balik Pertemuan Solo

Langkah “sowan” ini diduga kuat merupakan tindak lanjut dari pengakuan tim hukum Eggi Sudjana yang telah memverifikasi langsung keaslian ijazah S1 Kehutanan UGM milik Jokowi saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada Desember 2025 lalu.

Dalam proses tersebut, penyidik menunjukkan dokumen asli dengan pengamanan ketat, mulai dari pemotongan segel amplop hingga pemeriksaan fisik dokumen.

Kuasa hukum Eggi, Elida Netti, menceritakan momen dramatis saat dirinya berhasil menyentuh langsung ijazah yang selama ini menjadi polemik nasional tersebut, meski sempat dilarang oleh pihak-pihak yang hadir.

“Bapak-bapak (kubu Jokowi) itu sudah menjerit-jerit, ‘nggak boleh pegang, nggak boleh pegang’. Saya masuk dalam ininya, langsung saya pegang, spontan saya pegang. Saya sundul dengan jari saya. Saya lihat lagi emboss-nya ada. Yang jelas ijazah itu asli. Asli ijazah. Saya lihat watermark-nya ada dan saya lihat itu memang ijazah asli dari fotokopi yang beredar selama ini,” tegas Elida Netti.

Respon Jokowi: “Ya Memang Asli”

Pertemuan ini menjadi menarik karena posisi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang masih berstatus tersangka atas jeratan Pasal 310 dan 311 KUHP terkait pencemaran nama baik, serta Pasal 27A UU ITE.

Namun, sikap proaktif mereka menemui Jokowi di Solo seolah menandakan adanya upaya rekonsiliasi atau penjajakan perdamaian (Restorative Justice).

Jokowi sendiri menyikapi pengakuan dari pihak tersangka ini dengan nada santai.

Saat dikonfirmasi mengenai pengakuan Elida Netti sebelumnya, mantan Wali Kota Solo itu hanya tertawa menanggapi keraguan yang selama ini dialamatkan kepadanya.

“Ya memang asli, bagaimana sih? Memang asli. Artinya memang asli,” kata Jokowi sembari tertawa saat memberikan keterangan pers.

Meski detail isi pembicaraan di Surakarta masih dirahasiakan, pertemuan ini menciptakan jarak yang semakin lebar antara klaster Eggi Sudjana yang mulai kooperatif dengan klaster Roy Suryo yang tetap konsisten melakukan perlawanan hukum dan meragukan proses verifikasi ijazah tersebut.

Sumber: SuaraNasional

Artikel terkait lainnya