Profil 3 Menteri Prabowo yang Disebut SBY Sebagai Kontingen Pertama TNI di Lebanon, Lulusan Terbaik!

DEMOCRAZY.ID – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap tiga sosok menteri dalam Kabinet Prabowo Subianto yang merupakan mantan prajurit TNI yang pernah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Tiga sosok menteri Prabowo tersebut merupakan kontingen pertama TNI yang dikirim ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Untuk diketahui, 3 orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan,” ujar SBY dalam akun X dikutip Minggu (5/4/2026).

SBY mengungkap sejarah panjang pasukan TNI di Lebanon hingga saat ini.

Menurut dia, misi di Lebanon menjadi penugasan terlama yang pernah diemban TNI di bawah bendera PBB.

Tercatat sudah 19 kali pergantian kontingen dengan masa tugas rata-rata satu tahun.

TNI pertama kali mengirimkan pasukan perdamaian ke Lebanon pada 2006.

Namun, ia mengingatkan bahwa misi penjaga perdamaian kini menghadapi tantangan mematikan karena pergeseran medan tugas dari zona aman menjadi zona pertempuran aktif.

“Pasukan Israel sudah maju 7 km dari ‘Blue Line’. Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi ‘peacekeeper’ karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung,” ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan SBY menyikapi gugurnya 3 prajurit TNI akibat serangan Israel di Lebanon.

Berikut profil 3 menteri Prabowo yang pernah menjadi kontingen TNI di Lebanon:

1. Profil Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara

Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara merupakan pria kelahiran Banten, 10 Maret 1977.

Ia dikenal sebagai seorang pengusaha dan purnawirawan TNI AD.

Sebelum terjun ke dunia sipil, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999 tersebut banyak menjalani tugas militer.

Lulusan dari kecabangan kavaleri tersebut tercatat pernah menjadi Komandan Peleton di Yonkav 8-Tank/Kostrad hingga menjadi Perwira Seksi Operasi.

Kemudian, ia pun pernah ditugaskan di Aceh untuk membentuk satuan baru, Yonkav 11/Kodam Iskandar Muda.

Periode itu, ia lebih banyak bertugas di medan tempur, selama tiga tahun; Operasi Rencong pada tahun 2003 dan Operasi Pemulihan Keamanan tahun 2004.

Pada 2006, Iftitah terpilih sebagai penjaga perdamaian di Lebanon, melalui Kontingen Garuda-XXIII A/UNIFIL.

Ia juga terpilih menjadi perwakilan UNIFIL (bersama perwira India dan Polandia) sebagai pembawa bendera PBB dalam Hari Nasional Italia tahun 2007 di Roma Italia.

Karirnya di militer cuku gemilang dan pernah dinominasikan sebagai peraih penghargaan “General Dwight D. Eisenhower Award” atau Lulusan Terbaik.

Iftitah juga pernah menjadi pembantu asisten Sespri Presiden era SBY dari 2011 sampai 2015.

Ia pun memilih pensiun dini setelah 20 tahun mengabdi di militer dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel (Letkol) pada 2018.

Ia mengikuti jejak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengajukan pensiun dini karena menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.

Iftitah dikenal bersahabat dekat dengan AHY.

Setelah pensiun dini dari TNI, Iftitah bergabung dengan Partai Demokrat.

Kini, ia menjabat sebagai Menteri Transmigrasi di Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024.

2. Profil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY merupakan putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SB).

Pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 tersebut saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia.

Ketua Umum Partai Demokrat tersebut dilantik menjadi Menteri dalam kabinet Merah-Putih pada 21 Oktober 2024. Di era pemerintahan Jokowi, AHY menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Sebelum terjun ke dunia politik, AHY berkarier di dunia militer. Ia mengabdi sebagai tentara selama 16 tahun.

AHY merupakan lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 sekaligus peraih penghargaan Adhi Makayasa dan Pedang Trisakti Wiratama.

Saat berdinas di militer, AHY pernah menjalani tugas operasi pemulihan keamanan di Aceh pada 2002.

Kemudian pada 2006 ia mendapat tugas menjadi pasukan perdamaian PBB dan di Lebanon tahun 2006.

Pada 2015, AHY memimpin salah satu satuan pengamanan Ibu Kota, sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning di bawah Brigif 1/PIK, Kodam Jaya.

Kemudian ia memilih pensiun dini dari TNI saat berpangkat mayor pada 2016. Saat itu, ia memilih berkarir di dunia politik dan mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta.

3. Ossy Dermawan

Ossy Dermawan merupakan pria kelahiran Jakarta pada 9 November 1976.

Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Politikus partai Demokrat tersebut dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Menteri pada 21 Oktober 2024.

Ossy merupakan lulusan sekolah perwira karier TNI.

Ia merupakan lulusan Norwich University, Military School of Vermont, Amerika Serikat.

Ia merupakan lulusan terbaik (valedactorian) dari Akademi Militer swasta tertua di Amerika pada tahun 2000 dan merupakan orang asing lulusan terbaik pertama sejak universitas tersebut pada 1819.

Ia tercatat sebagai lulusan terbaik pada pendidikan Sepa PK TNI (2001), Sessarcab Kavaleri (2001), Susdanki Kavaleri (2008) dan Diksarpa Intelijen BAIS TNI (2009).

Pada 2006, Ossy ditugaskan bergabung dengan pasukan perdamaian di Lebanon.

Ossy pun mendapatkan Medali dari PBB (UN Medal) atas penugasan dan pengabdiannya menjaga perdamaian di perbatasan Israel-Lebanon.

Ossy tercatat pernah menjadi asisten Pribadi Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari tahun 2014 hingga 2018.

Setelah 17 tahun berdinas di dunia militer, ia pun memilih pensiun dini dan menjadi politikus Partai Demokrat.

Ossy memilih pensiun dini saat dirinya menyandang pangkat mayor.

Setelah tak berkarir di militer, Ossy menjadi staf pribadi SBY.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya