Pratikno dan Praktik-Praktik ‘Kotor’ Bersama Joko Widodo!

Pratikno dan Praktik-Praktik Kotor Bersama Joko Widodo!

EMPAT hari menjelang berakhirnya tahun 2025, Gang Kutai, Solo, sudah ramai dengan kerumunan orang. Bukan untuk merayakan tahun baru 2026.

Musababnya adalah kehadiran Menteri Koordinator bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara diam-diam menemui mantan Presiden Joko Widodo, tepatnya pada Sabtu 27 Desember 2025.

Pratikno tampak sendirian datang di kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo sekitar pukul 16.50 WIB.

Mengenakan kemeja batik dipadu celana panjang hitam, Pratikno lalu memasuki ruang transit sejenak sebelum menemui Jokowi. Pertemuan digelar tertutup selama sekitar satu jam.

Menteri Sekretaris Negara 10 tahun era Jokowi itu buru-buru berjalan menuju mobil usai sowan bosnya. Entah bos utama atau bos tambahan.

Ia hanya melempar senyum ke awak media tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Jokowi tampak melepas kepergian Pratikno di luar rumah. Jokowi berkemeja putih dan celana hitam, mengenakan topi putih dengan inisial J pemberian Sekjen PSI, Raja Juli Antoni.

Pratikno sejak lama dikaitkan dengan kemelut yang melanda keluarga Jokowi. Mantan Rektor UGM itu terlibat dalam polemik ijazah palsu Jokowi sejak menduduki Walikota Solo.

Maka kedatangan sang Menteri ke Solo mendapatkan perhatian serius dari masyarakat luas mengingat kasus ijazah palsu Jokowi semakin meruncing.

Permintaan Pratikno kepada publik beberapa waktu lalu agar percaya kepada UGM sebagai institusi kredibel yang mengeluarkan ijazah asli, mengindikasikan kuat bahwa Pratikno terlibat sejak awal ijazah palsu Jokowi.

Pratikno juga dicap ikut bermain kotor dalam upaya memuluskan Gibran sebagai calon wakil presiden.

Pratikno, konon menjadi perantara mulusnya putusan Mahkamah Konstitusi dalam mengubah syarat calon presiden dan wakil presiden dalam Undang- Undang Pemilihan Umum.

Peran Pratikno adalah melobi hakim konstitusi sehingga anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang belum cukup umur bisa menjadi kandidat wakil presiden.

Manuver politik Pratikno juga disebut menyasar partai- partai agar bersedia menerima Gibran sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Tandanya jelas, sebelum keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi pada 16 Oktober 2023, partai pendukung Prabowo punya jagoan masing-masing.

Dukungan itu buyar begitu Gibran dipaksa cukup syarat menjadi wakil presiden. Syarat yang penuh rekayasa.

Pratikno juga terlibat permainan kotor nepotisme di UGM. Ia melepas jabatan sebagai Rektor UGM seiring ditunjuk jadi Mensesneg pada 2015.

Dua tahun kemudian ia datang ke UGM, untuk menjabat Ketua Majelis Wali Amanat UGM menggantikan Sofian Effendi.

Penunjukan Pratikno sempat menimbulkan pertanyaan. Aturan Majelis Wali Amanat menyebutkan Ketua Majelis mundur jika menjadi pemimpin struktural di instansi pemerintah. Menteri 62 tahun itu masih berpengaruh di kampus.

Termasuk dalam pengambilan kebijakan internal universitas. Bahkan Pratikno ikut mempengaruhi pemilihan Rektor UGM.

Dugaan nepotisme lainnya, Rino Febrian, menantu Pratikno berkongsi dengan anak Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono.

Keduanya memiliki saham di perusahaan perikanan yang lini bisnisnya merentang dari hulu ke hilir.

Pratikno juga disebut terkait kasus korupsi BTS 4G Kominfo, di mana Johnny G. Plate telah divonis 15 tahun penjara.

Praktik kotor lainnya adalah upaya penghentian kasus korupsi EKTP hingga membuat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad meminta Joko Widodo dan Pratikno mengklarifikasi langsung soal isu tersebut.

Klarifikasi tersebut tak bisa diberikan kepada juru bicara atau lembaga pemerintahaan yang lain.

Nama Pratikno juga disebut dalam temuan baru KPK terkait dugaan korupsi di tubuh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Temuan ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap eks Kabiro Umum Sekretariat Kemensetneg Piping Supriatna dan eks Sekretaris Kemensetneg Taufik Sukasah.

Anggota DPR RI Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil mendorong KPK mengusut aliran uang dugaan rasuah yang mengalir ke sejumlah pihak di Sekretariat Negara (Setneg).

Tampaknya Pratikno tipikal politisi bertangan dingin, tak banyak bicara, tetapi hasilnya dahsyat.

Menyiapkan Jokowi sejak Walikota hingga Presiden berjalan mulus. Ia bekerja dalam senyap.

Patut diduga, kesenyapan yang dijalankan Pratikno lantaran ia sedang menjalankan praktik-praktik menyimpang yang terus menerus menjadi kasak kusuk publik sepanjang Jokowi berkuasa.

Dari kasus-kasus korupsi yang melibatkan keluarga dan kroni, hingga penggunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, pemerintahan Joko Widodo telah menjadi contoh bagaimana kekuasaan dapat disalahgunakan.

Kita tidak boleh membiarkan kekuasaan disalahgunakan. Kita harus terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan melibas seluruh praktik politik kotor di republik ini. ***

Artikel terkait lainnya