Prabowo dan Gibran Hanya Sampah, Mewarisi Kebejatan Jokowi!

Prabowo dan Gibran Hanya Sampah, Mewarisi Kebejatan Jokowi!

Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Sosial dan Politik

Jika Jokowi dijuluki penghancur Indonesia, Gibran adalah penyempurna kehancuran Indonesia, Dedi Mulyadi adalah pelestari penjajah China, maka julukan yang tepat bagi Prabowo adalah Tidak mampu berkutik membiarkan kehancuran Indonesia demi jabatan Presiden

Ibarat pemain catur, Prabowo sudah mati langkah, sekarang tinggal nunggu terkapar di dalan jabatannya.

Jika Prabowo bisa bertahan sampai 2029, lalu dilanjutkan oleh Gibran dan Dedy Mulyadi, maka hampir dipastikan Indonesia memang sudah bubar, yang paling mungkin adalah Indonesia akan berubah menjadi INDO CHINA.

Aneh memang, terjajahnya Indonesia justru dilakukan oleh bangsa sendiri yang telah menjadi pengkhianat.

Komandan pengkhianatnya adalah Jokowi dan keluarganya, dibantu Luhut, Bahlil, Eric Tohir, Tito Karnavian, Zulhas, Airlangga Hartartio, Listyo Sigit, dan seluruh antek Jokowi.

Negara dan seluruh rakyat Indonesia dikorbankan demi ambisi dan keserakahan akan harta dan jabatan. Mereka bukan saja tidak punya iman, tapi telah menjadi algojo rakyat Indonesia.

Jika saja Indonesia masih sebagai negara berdaulat, semua mereka harusnya dihukum mati.

Kesalahan terbesar Prabowo adalah meninggalkan rakyat dan terus menempel pada Jokowi yang sudah jelas-jelas menjadi biang kerok seluruh kejahatan dan kehancuran Indonesia

Dengan mengamati sikap Prabowo yang terus menempel Jokowi, dipastikan citra Prabowo akan semakin hancur, bahkan tidak menutup kemungkinan Prabowo bakal tersandung di tengah jalan dan jabatan Presiden digantikan Gibran.

Jika ini terjadi, Indonesia semakin menuju kesempurnaan kehancurannya.

Sebenarnya, daripada Indonesia dipimpin Gibran, lebih baik presiden Indonesia adalah seekor monyet.

Memang sama-sama tidak punya otak, tapi monyet lebih mampu hidup sederhan dan tidak serakah.

Jika Prabowo punya nyali, seharusnya dia memilih bersama dan berpihak pada rakyat dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan.

Jika Prabowo masih punya malu, sebaiknya mundur saja sebagai Presiden.

Karena saat ini Prabowo dan Gibran tidak ada bedanya, mewarisi kedunguan, kebohongan, kebejatan, membiarkan korupsi, mengabaikan hukum dan membiarkan China mengendalikan Indonesia.

Tak ubahnya sampah yang harus dimasukkan ke tong sampah. ***

Artikel terkait lainnya