DEMOCRAZY.ID – Politikus Partai Demokrat, Ricky Kurniawan, melontarkan kritik keras terhadap para pendukung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya terus menutupi catatan buruk pemerintahan sebelumnya, khususnya terkait kerusakan lingkungan dan proyek raksasa yang dinilai merugikan negara.
Ricky menyebut kelompok buzzer yang ia juluki “buzzer ternak Mulyono (Termul)” sengaja memviralkan data lingkungan dari WALHI yang hanya sampai tahun 2022.
Menurutnya, narasi itu digunakan untuk mengaburkan “dosa 10 tahun kekuasaan Jokowi” yang lebih besar dan nyata dampaknya.
“Mereka mencoba menutupi segala kebohongan dengan kebohongan. Fakta di depan mata seperti IKN dan IMIP saja sudah menunjukkan bagaimana kebijakan yang diambil sangat merugikan negara,” kata Ricky, Rabu (10/12/2025).
Ia menilai penggunaan data parsial hanya menjadi alat pembenaran politik, bukan sebagai instrumen evaluasi yang jujur.
Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) disebut Ricky sebagai dua contoh paling terang bagaimana kebijakan era Jokowi dinilai menimbulkan persoalan lingkungan, tata ruang, hingga masalah sosial.
Dalam keterangannya, Ricky juga menyinggung prestasi pemerintahan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menurutnya justru mendapat pengakuan global dalam isu lingkungan hidup.
SBY pernah meraih Global Champion for Disaster Risk Reduction (2011) dari PBB atas komitmen dalam pengurangan risiko bencana, serta Champion of the Earth 2014 kategori Policy Leadership dari UNEP atas kebijakan pelestarian lingkungan.
Penghargaan UNEP itu diserahkan di Washington DC dan diterima oleh putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), karena SBY sedang berada di Korea Selatan.
“Perbandingannya jelas. Era SBY diakui dunia dalam kepemimpinan lingkungan. Tapi di era Jokowi, persoalan ekologi justru makin kompleks dan ditutup-tutupi,” tegas Ricky.
Ricky mendesak agar publik tidak mudah disesatkan oleh penyebaran data yang tidak menyeluruh.
Ia menilai, evaluasi terhadap warisan kebijakan 10 tahun era Jokowi harus dilakukan secara jujur agar negara bisa memperbaiki ke depan, bukan justru tersandera narasi buzzer.
Sumber: RadarAktual