PM Inggris: Kami Tak Mau Kirim Anak-Anak Kami untuk Perang Bodoh Trump!

DEMOCRAZY.ID – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kembali menegaskan sikap tegas negaranya di tengah ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Iran.

Starmer menyatakan bahwa Inggris tidak akan terlibat dalam “perang yang bukan milik kami” dan menolak mengirim pasukan darat atau tentara muda Inggris ke medan pertempuran yang eskalasinya terus meningkat.

“Konflik ini bukan perang kami, dan kami tidak akan terseret ke dalamnya,” kata Starmer dalam pernyataan yang disampaikan di Westminster, seperti dilaporkan berbagai media internasional.

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk mengerahkan pasukan adalah tanggung jawab paling serius seorang perdana menteri, dan ia memilih untuk bertindak demi kepentingan nasional Inggris.

Pernyataan Starmer muncul sebagai respons terhadap kritik keras Trump yang menyebut sikap Inggris “bodoh” dan “tidak kooperatif”.

Trump sebelumnya kecewa karena Starmer awalnya menolak permintaan penggunaan pangkalan militer Inggris (seperti Diego Garcia) untuk operasi awal terhadap Iran.

Trump bahkan menyindir Starmer bukanlah “Winston Churchill” dan menyebut Inggris sebagai “pulau yang sangat tidak kooperatif”.

Meski demikian, Starmer menekankan bahwa Inggris tetap melakukan tindakan defensif untuk melindungi kepentingan nasional, sekutu, serta menjaga jalur perdagangan di Selat Hormuz yang terancam gangguan.

Namun, ia menegaskan tidak ada “boots on the ground” alias pengerahan pasukan darat Inggris ke Iran.

“Apapun tekanan dan apapun kebisingan yang ada, saya akan selalu bertindak demi kepentingan Inggris,” ujar Starmer.

Ia juga menolak untuk terprovokasi oleh komentar Trump yang mengancam menarik AS dari NATO jika sekutu tidak mendukung perang Iran sepenuhnya.

Sikap Starmer mendapat dukungan dari sebagian masyarakat Inggris yang trauma dengan keterlibatan masa lalu di Afghanistan dan Irak, di mana ratusan tentara Inggris kehilangan nyawa.

Di media sosial, frasa seperti “kami tak mau kirim anak-anak kami mati untuk perang orang lain” menjadi viral, meski bukan kutipan langsung verbatim dari Starmer.

Sementara itu, hubungan “special relationship” antara Inggris dan AS tampak renggang.

Trump terus menekan sekutu Eropa untuk memberikan dukungan lebih besar, sementara Starmer memilih pendekatan hati-hati dan lebih dekat dengan mitra Eropa lainnya.

Hingga saat ini, Inggris telah mengizinkan penggunaan pangkalan secara terbatas untuk tujuan defensif, tetapi tetap menolak keterlibatan ofensif penuh.

Konflik Iran-AS-Israel masih berlanjut, dengan risiko ekonomi global akibat gangguan pasokan minyak dari Selat Hormuz.

Situasi ini terus dipantau, karena setiap eskalasi bisa berdampak luas terhadap keamanan dan ekonomi dunia.

Artikel terkait lainnya