DEMOCRAZY.ID – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal memprediksi Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpotensi gagal.
Ia menilai masa depan organisasi tersebut berada di ujung tanduk karena sangat bergantung pada figur Trump yang kontroversial serta dinamika politik dalam negeri AS.
“Saya enggak terlalu optimis loh mengenai Board of Peace. Dan kenapa? Karena sangat tergantung pada sosok yang kontroversial,” kata Dino saat wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di kediamannya di kawasan Cilandak, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Dino menilai, jika Partai Republik kehilangan mayoritas di Kongres dalam midterm election (pemilu sela), Trump akan menghadapi tekanan politik yang besar dan lebih fokus mengurusi persoalan dalam negeri.
“Kalau kongres ini kalah nanti Republik-nya dan lebih mayoritasnya dikuasai Demokrat dia akan kelabakan dan selama dua tahun ke depan itu juga dia bisa banyak lebih fokus ke dalam negeri lagi,” tutur Dino.
“Berarti waktunya untuk ngurus-ngurusin kayak gini akan jauh berkurang dan mungkin juga ada faktor-faktor lain, jadi nasib Board of Peace ini di ujung tanduk,” sambungnya.
Meski demikian, Dino menyebut masih ada celah yang sangat kecil agar BoP dapat berkontribusi pada terciptanya jalan menuju kemerdekaan Palestina.
Namun, peluang itu dinilainya amat terbatas.
“Board of Peace ini ada celah 10–15 persen itu yang sangat kecil menghasilkan jalur ke arah Palestina merdeka,” jelasnya.
Ia merujuk pada bahasa resolusi Dewan Keamanan PBB yang menurutnya masih samar dan penuh prasyarat.
Dino menegaskan pesimismenya tetap dominan, meskipun ia mengakui adanya harapan tipis yang bisa dimanfaatkan oleh negara-negara, khususnya negara-negara Islam.
“Kalau yang saya lihat hopeful itu adalah adanya celah itu dalam Dewan Keamanan PBB dan apakah kita ramai-ramai bisa menggiring celah itu sehingga mewujudkan Palestina merdeka,” pungkasnya.
Sumber: Tribun