Pertanda Ditolak Alam! IKN Dilanda Banjir Terbesar Dalam 26 Tahun, Jalan Tol Ambles

DEMOCRAZY.ID – Mungkin banyak yang tak tahu, Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimanan Timur, dihantam banjir bandang pada Jumat (9/1/2026).

Ini banjir terbesar dalam 26 tahun terakhir.

Banjir tersebut memang tidak langsung memengaruhi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Namun merendam Kelurahan Mentawir yang lokasinya berdekatan.

Tentu saja, dampaknya sangat menganggu warga serta infrastruktur pendukung IKN.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menjelaskan, banjir dipicu kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia.

“Banjir ini melanda wilayah IKN secara umum, bukan di KIPP, dengan penyebab utama curah hujan tinggi dan air pasang,” ujar Alimuddin, dikutip Sabtu (10/1/2026).

Sejak Rabu (7/1) hingga Kamis (8/1) pukul 06.00 WITA, hujan mengguyur kawasan IKN dengan intensitas tinggi.

Memicu naiknya debit air sungai hingga luber ke daratan.

Karena sekitar IKN dipenuhi beton, tak ada jalan bagi air untuk diserap bumi. Wajarlah terjadi banjir hebat yang bikin susah warga.

Tol IKN Ambles

Ya Ampun! Baru Diresmikan, Jalan Tol IKN Ambruk Diterjang Hujan Deras

Jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di kilometer 11, Balikpapan Utara, tepatnya Seksi 3A2 Segmen Karangjoang–KKT Kariangau, dilaporkan ambles setelah diguyur hujan deras.

Peristiwa ini diketahui pada Jumat pagi (9/1/2026), selanjutnya ditutup untuk dilakuan perbaikan.

Diduga, amblesnya tol ini, karena tingginya curah hujan dan awet mulai Rabu (7/1) pukul 15.35 WITA, hingga Kamis pagi (8/1).

Ruas tol ini sempat menjalani fungsional terbatas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, tepatnya pada 20 Desember 2025-4 Januari 2026.

Rencananya tol ini akan dibuka lagi menjelang Idul Fitri 2026.

Dengan keamblesan ini, belum bisa dipastikan apakah tol tersebut bakal beroperasi sesuai rencana tadi.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti menyebut, pada Kamis (8/1), sekitar pukul 11.55 WITA, dilaporkan adanya pergeseran tanah timbunan disposal.

“Tim lapangan telah melakukan penutupan lokasi. Inventaris kerusakan menyeluruh pada slab on pile dan mengurangi timbunan pada lokasi disposal,” kata Diana.

Selain itu, Kementerian PU bersama penyedia jasa, yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Hutama Karya (Persero)-PT Nindya Karya (Persero)-PT Brantas Abipraya (Persero) melakukan evaluasi dan rencana perbaikan permanen.

“Targetnya, perbaikan selesai Maret 2026,” ucap Diana.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya