DEMOCRAZY.ID – Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran sejak Sabtu meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Berikut update terbaru Kamis (5/3/2026) siang, dikutip CNBC Indonesia:
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar di Teheran pada Kamis pagi. Dikatakan bahwa negara tersebut telah mengaktifkan pertahanannya sebagai respons.
Iran meluncurkan serangkaian rudal baru ke Israel pada Kamis pagi. Ini memicu peringatan di beberapa daerah termasuk Tel Aviv, menurut militer Israel dan media pemerintah Teheran.
Ledakan terdengar di Yerusalem setelah sirine peringatan datangnya rudal Iran berbunyi. Tetapi layanan darurat Israel mengatakan tidak ada korban jiwa yang diketahui.
Serangan udara menghantam benteng Hizbullah di Beirut selatan, Lebanon, Kamis pagi. Ini setelah Israel mengeluarkan peringatan kepada penduduk.
Di tempat lain, tiga orang tewas dalam dua serangan Israel terhadap kendaraan di sepanjang jalan raya bandara Beirut. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi data ini.
Sebuah kapal tanker terkena “ledakan besar” di perairan lepas pantai Kuwait dan menyebabkan tumpahan minyak. Hal ini diungkap badan keamanan maritim Inggris UKMTO.
“Kapten sebuah kapal tanker yang sedang berlabuh melaporkan telah menyaksikan dan mendengar ledakan besar di sisi kiri kapal, kemudian melihat sebuah kapal kecil meninggalkan area tersebut di lepas pantai Mubarak Al-Kabeer, negara Teluk tersebut,” demikian laporan UKMTO.
Qatar telah mulai mengevakuasi penduduk ibu kotanya yang tinggal di dekat kedutaan AS sebagai tindakan pencegahan. Pengumuman diberikan kementerian dalam negeri, setelah serangan Iran.
Sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan menuju wilayah udara Turki melalui Irak dan Suriah telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO.
Hal ini diungkap para pejabat Turki, Rabu malam waktu setempat.
Kementerian pertahanan tidak menyebutkan target yang dituju rudal tersebut. Tetapi kementerian luar negeri Turki telah memanggil duta besar Iran.
Seorang pejabat Turki, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim, mengatakan rudal tersebut “ditujukan ke pangkalan di Siprus Yunani”. Tetapi sayangnya, senjata itu melenceng dari jalurnya.
Presiden Donald Trump memuji kinerja AS dalam perang tersebut. Ia mengatakan para pemimpin Iran dengan cepat tewas, dan berjanji untuk terus maju.
“Kita berhasil di medan perang, singkatnya. Seseorang bertanya, pada skala 10, di mana Anda akan menilainya? Saya katakan sekitar 15,” kata Trump kepada para petinggi perusahaan teknologi.
Hal sama juga dikatakan Kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan bahwa Israel dan Washington telah mencapai “kemajuan bersejarah” dalam perang tersebut.
Senat AS menolak resolusi bipartisan yang bertujuan untuk membatasi wewenang Trump untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran.
Dengan Partai Republik memegang mayoritas 53-47 di majelis tinggi Kongres, resolusi tersebut gagal dengan selisih yang tepat.
PM Kanada Mark Carney mengatakan bahwa ia tidak dapat “mengesampingkan partisipasi” dalam perang yang semakin memanas. Negara tersebut, tegasnya, akan mendukung sekutu.
Spanyol kembali menegaskan penentangannya terhadap penggunaan pangkalan militernya oleh Washington terhadap Iran. Ini muncul setelah ancaman pembalasan perdagangan dari Trump.
Gedung Putih mengatakan Madrid kini telah setuju untuk bekerja sama. Tetapi Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan pendirian negeri itu tentang “pangkalan militer, tentang perang di Timur Tengah, tentang pemboman Iran, sama sekali tidak berubah”.
China akan mengirim utusan khusus untuk menengahi di Timur Tengah. Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Beijing adalah mitra dekat Iran. China telah mengatakan mendukung Teheran dalam mempertahankan kedaulatannya, sambil mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan mereka.
PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengecam menteri luar negeri Iran selama percakapan telepon. Ia menuduh Teheran mencoba menyeret negara-negara tetangganya ke dalam perang.
Perusahaan pelayaran raksasa Denmark Maersk dan Hapag-Lloyd Jerman mengatakan mereka menangguhkan pemesanan di Teluk hingga pemberitahuan lebih lanjut setelah penilaian risiko. Ini setelah Cosco China mengumumkan penghentian serupa.
Harga minyak telah naik beberapa hari terakhir. Iran memperingatkan kapal-kapal untuk tidak menggunakan Selat Hormuz yang sempit, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dan penting untuk kapal tanker minyak, di Teluk.
Angkatan laut Oman menyelamatkan 24 awak kapal kontainer yang terkena rudal di Selat Hormuz. Pasukan Iran mengklaim “kendali penuh” atas selat tersebut sehari setelah Trump mengatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker melalui selat tersebut.
Sebuah kapal selam AS menembak torpedo dan menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Angkatan Laut Sri Lanka setidaknya mengatakan 87 mayat ditemukan.
Sumber: CNBC