Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin kencang, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) menjadi salah satu topik paling ramai diperbincangkan di kalangan pelaku industri kreatif.
Ada yang khawatir AI akan “merampas” pekerjaan manusia, ada pula yang justru melihatnya sebagai angin segar yang membuka peluang tak terbatas.
Dalam sesi wawancara eksklusif program Corporate Insight Beritasatu TV, CEO PT Bie Multi Kreasi, Hembang Nugraha, memberikan perspektif yang sangat jelas dan optimis.
Perusahaan yang dikenal dengan brand bieproduction.com ini merupakan rumah produksi ternama di Indonesia yang melayani jasa video company profile, iklan TVC, video promosi, video animasi 2D/3D, jingle, mars, hingga konten digital lainnya. Kliennya pun beragam — mulai dari instansi pemerintah, BUMN, hingga perusahaan swasta besar.

Ketika ditanya oleh reporter Beritasatu TV tentang kemajuan teknologi digital dan kehadiran AI, Hembang Nugraha menjawab dengan tegas:
“AI bukan ancaman, melainkan tools yang memudahkan dan memberikan peluang besar bagi para pelaku kreatif untuk mengeksplorasi ide gagasan original dari sudut pandang yang berbeda.”
Beliau menegaskan bahwa AI justru mempercepat dan memperluas ruang kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Berikut beberapa dampak positif AI yang disampaikan langsung oleh Hembang Nugraha:
Hembang Nugraha juga memberikan banyak contoh nyata bagaimana timnya sehari-hari sudah memanfaatkan AI:

Menjawab kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan kreator manusia, Hembang Nugraha menegaskan dengan sangat jelas:
“Dalam dunia kreatif, manusia tetap menjadi sumber utama gagasan, imajinasi, dan sentuhan emosional yang melahirkan mahakarya. Setiap karya besar lahir dari pengalaman hidup, intuisi, dan perspektif unik, serta kemampuan menyampaikan makna dan emosi yang mendalam — hal-hal yang tidak dapat ditiru oleh algoritma mana pun.”
Beliau melanjutkan, AI memang bisa mengotomasi tugas teknis, tapi tidak memiliki kreativitas asli, tidak bisa menghasilkan karya yang bisa dipatenkan secara mandiri, dan tidak punya “jiwa” dalam bercerita.
Justru kolaborasi antara kecerdasan manusia dan kecanggihan teknologi inilah yang akan menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif, lebih efisien, dan lebih berdampak.
Dari seluruh paparan Hembang Nugraha selaku praktisi langsung di lapangan, sangat jelas bahwa AI bukanlah ancaman bagi industri kreatif dan rumah produksi di Indonesia. Sebaliknya, AI adalah peluang luar biasa untuk:
Bagi perusahaan atau instansi yang ingin membuat company profile, iklan, atau konten digital berkualitas tinggi dengan proses yang lebih cepat dan biaya yang lebih terkendali, bermitra dengan production house yang sudah mahir mengintegrasikan AI menjadi langkah sangat strategis saat ini.
Jadi, ancaman atau peluang? Jawabannya sudah sangat jelas dari pelaku industri: AI adalah peluang besar yang mengubah masa depan industri kreatif Indonesia menjadi lebih cerah.