DEMOCRAZY.ID – Pemerhati politik dan kebangsaan, M Rizal Fadillah, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan siap bertanggung jawab atas proyek kereta cepat Whoosh, proyek warisan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang sejak awal menuai kontroversi.
Dalam tulisannya, Rizal Fadillah menyebut sikap Prabowo tersebut mengejutkan, terutama setelah Menteri Keuangan Purbaya sempat mempersoalkan penggunaan APBN untuk menutupi utang besar proyek Whoosh.
Menurutnya, langkah Presiden justru mementahkan upaya positif Menteri Keuangan yang mulai membuka tabir dugaan kejanggalan finansial di balik proyek kerja sama dengan Tiongkok itu.
“Yang berbuat Jokowi, yang bertanggung jawab Prabowo, dan yang bayar rakyat. Pemimpin model apa seperti itu?” sindir Rizal Fadillah, Jumat (7/11/2025).
Ia menilai Prabowo kini tampak tidak independen dan tersandera oleh kepentingan Jokowi.
Ketergantungan itu, kata Rizal, menjadikan kebijakan Presiden baru ini “plintat-plintut” dan tidak menunjukkan kemandirian kepemimpinan.
Lebih jauh, Rizal mengibaratkan keterikatan Prabowo pada kepentingan asing sebagai bentuk “kesambet Jin Ping”—sebuah sindiran keras terhadap pengaruh Presiden Tiongkok Xi Jinping di balik proyek infrastruktur besar seperti Whoosh.
“Dugaan kuat Jokowi maupun Prabowo kesambet Jin Ping. Soalnya sering ngelantur seperti hilang akal sehatnya,” tulisnya.
“Jampi-jampi pengabdiannya: whoosh… whoosh… tang utang… Meski berutang tetap bahagia, toh yang bayar rakyat.”
Rizal juga menyinggung bahwa sebelum dan sesudah dilantik, Prabowo disebut beberapa kali “menghadap Jin Ping” sebagai simbol ketundukan politik dan ekonomi terhadap Tiongkok.
Ia menyebut kondisi ini berpotensi menjadikan Indonesia semakin bergantung secara strategis dan finansial.
“Prabowo menghadap Jin Ping sebelum MK putuskan kemenangannya. Setelah dilantik pun ia kembali berterima kasih dan mungkin bersumpah setia,” ujarnya.
“Sayangnya, Presiden hanya mahir beromon-omon tentang kemerdekaan, padahal potensial menjadi kolaborator penjajahan.”
Di akhir tulisannya, Rizal menegaskan bahwa rakyat tidak perlu lagi berharap perubahan besar di bawah pemerintahan Prabowo.
Sebab, menurutnya, Prabowo hanyalah penerus Jokowi, bukan pengganti.
“Prabowo bukan solusi tetapi problema baru bangsa Indonesia. Jin Ping masih meraksuki dan menguasai,” pungkasnya.
Sumber: RadarAktual