Partai Komunis Israel Kecam Agresi ke Iran: Israel Jadi Instrumen Imperialisme AS!

DEMOCRAZY.ID – Partai Komunis Israel (Maki) mengecam keras agresi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran yang dimulai pada penghujung Februari 2026.

Tidak hanya oleh Maki, kecaman turut disampaikan oleh Front Demokrasi untuk Perdamaian dan Kesetaraan atau yang lebih dikenal sebagai Hadash. Hadash adalah koalisi sayap kiri yang dibentuk oleh Maki dan kelompok politik lainnya.

“Partai Komunis Israel dan Hadash menegaskan kembali bahwa Israel tidak hanya instrumen bagi imperialisme AS di dunia ini, tetapi juga sekutu dalam imperialisme dan dalam upaya untuk memaksakan hegemoni imperialis Amerika ke seluruh dunia,” kata Maki di laman resminya, Sabtu, (28/2/2026).

Maki dan Hadash juga memperingatkan risiko dimanfaatkannya pendapat publik mengenai serangan ke Iran untuk memperbesar aksi pembantaian dan kejahatan berupa pembersihan etnis Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

“Kami turut menyerukan adanya gerakan perdamaian sejati di dalam masyarakat Israel untuk menolak tegas agresi Israel-AS, dan demi meminta penarikan pasukan AS dan seluruh senjata nuklir dari Timur Tengah,” tulis Maki.

Lalu, Maki memperingatkan bahwa kekacauan yang ditimbulkan oleh AS-Israel bisa memicu perang besar berskala regional atau bahkan perang dunia.

Sekilas tentang Partai Komunis Israel

Partai Komunis Israel atau Maki adalah kelanjutan dari Partai Komunis Palestina yang didirikan pada tahun 1919.

Pada tahun 1944 kader-kader Partai Komunis yang berasal dari etnis Arab memisahkan diri dari partai itu. Mereka kemudian memutuskan mendirikan Liga Pembebasan Nasional di Palestina.

Sementara itu, kader yang berasal dari etnis Yahudi tetap berada di partai tersebut.

Setelah negara Israel didirikan tahun 1948, partai itu mengubah nama menjadi Partai Komunis Israel.

Setahun kemudian, ketika hubungan Uni Soviet dengan Israel memburuk, partai itu menentang Zionisme dan mendesak didirikannya negara Palestina sesui dengan resolusi yang disahkan oleh Majelis Umum PBB tanggal 29 November 1947.

Partai tersebut pertama kali ikut pemilu pada tahun 1949 dan mendapat empat kursi di Knesset (parlemen Israel).

Pada tahun 1960-an terjadi perpecahan di tubuh partai itu yang melibatkan kader pro-Zionisme dan kader anti-Zionisme.

Faksi yang anti-Zionisme akhirnya membentuk partai baru yang bernama Rakah. Sementara itu, faksi yang pro-Zionisme tetap berada di partai lama (Maki).

Maki akhirnya hilang setelah bergabung dengan Partai Ratz pada tahun 1981.

Kemudian, Rakah memutuskan untuk mengganti namanya nama Maki pada tahun 1989.

Maki hingga saat ini memiliki semangat Arab-Yahudi dan teguh menolak Zionisme.

Partai itu menyerukan aksi melawan pendudukan Israel dan meminta adanya kesetaraan antara orang Yahudi dan orang Arab.

Saat ini Maki teralifilasi dengan koalisi Hadash dan memiliki dua kursi di Knesset.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya