DEMOCRAZY.ID – Unit Reskrim Polsek Kintamani dan Polres Bangli masih memeriksa sejumlah saksi dan mencari alat bukti baru kasus perkelahian yang menyebabkan dua orang warga Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani, tewas, Minggu (12/10) pagi.
Perkelahian maut antara kedua keluarga di Desa Songan ini menyebabkan I Ketut Kartawa, 50, dan Jero Sumadi, 47, tewas mengenaskan.
Satu korban lagi atas nama I Wayan Ruslan, 53, mengalami luka berat dan saat ini masih mendapat perawatan di RSUD Bangli.
“Pukul 09.20 WITA, kami menerima dua orang pasien, warga Banjar Tabu, Desa Songan.
Keduanya datang dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Humas RSUD Bangli Sang Kompyang Ari Wijaya kepada awak media, Minggu (12/10).
Berdasar pemeriksaan tim medis, korban I Ketut Kartawa mengalami luka terbuka di bagian kepala depan dan luka parah di lengan bawah kanan.
Luka parah di bagian kepala diduga menjadi penyebab kematian korban.
Kondisi Jero Sumadi lebih mengenaskan.
Pria 47 itu ditemukan tewas dalam kondisi usus terburai setelah perutnya mengalami luka terbuka.
45 menit kemudian, tepatnya pukul 10.09 WITA, RSUD Bangli kembali menerima korban ketiga bernama I Wayan Ruslan.
Pria 53 tahun itu mengalami open fraktur pada siku kiri dan luka tusuk di bagian perut.
“Tim medis telah melakukan CT Scan dan rencananya korban akan dilakukan tindakan operasi,” kata Sang Kompyang Ari Wijaya.
Polsek Kintamani dan Polres Bangli sampai saat ini masih berusaha mengungkap insiden berdarah di Desa Songan.
“Kami langsung mengamankan lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Penyelidikan saat ini masih berlangsung untuk mengetahui kronologis dan motif terjadinya perkelahian,” ujar Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja Rimbawa kepada awak media.
Wakapolres Bangli Kompol Willa Jully Nendiasa membenarkan telah mengamankan tiga orang terduga pelaku penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal.
Namun, terkait identitas pelaku, kronologis dan motif kejadian masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Sumber: JPNN