DEMOCRAZY.ID – Iran menduga Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah tewas dalam perang Iran Vs AS-Israel.
Dugaan itu dilontarkan media berita Iran Kantor Berita Tasnim yang mempertanyakan keberadaan Netanyahu yang tidak kunjung muncul di publik.
Sejumlah spekulasi tewasnya Netanyahu diuraikan oleh Kantor Berita Tasnim pada Selasa (10/3/2026).
Kecurigaan pertama Iran yakni karena sudah hampir tiga hari sejak video terakhir Netanyahu diunggah di saluran pribadinya.
Setelah itu, beberapa pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu dikirim hanya berupa teks.
Padahal biasanya Netanyahu memuat video pernyataan minimal satu video perhari di tengah situasi yang memanas.
“Namun, tidak adanya satu pun video selama tiga hari terakhir telah meningkatkan spekulasi,” tulis media Iran tersebut.
Selain itu muncul laporan yang menunjukkan bahwa perimeter keamanan di sekitar rumah Netanyahu telah diperketat, khususnya untuk menangkal potensi serangan drone bunuh diri.
Publik juga curiga dengan pembatalan kunjungan Netanyahu dengan menantu Donald Trump Jared Kushner dan perwakilan khusus Trump Steve Witkoff di Israel.
Kecurigaan lainnya, Istana Élysée tidak menyebutkan tanggal percakapan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Netanyahu dalam laporan berita tentang komunikasi antarkepala negara tersebut.
Namun hingga kini spekulasi ini belum dikonfirmasi atau dibantah secara resmi oleh pihak Israel.
Media Israel The Jerusalem Post pun membantah spekulasi media Iran terkait dengan dugaan kematian Netanyahu.
Namun demikian The Jerusalem Post tidak memberikan bukti konkret terkait keberadaan Netanyahu yang menghilang di publik.
The Jerusalem Post hanya menyebut Netanyahu menyampaikan pernyataan resmi yang diterbitkan oleh Kantor Perdana Menteri pada 7 Maret.
Portal utama pemerintah Israel juga mencantumkan namanya sebagai orang yang mengunjungi lokasi dampak di Beersheba pada 6 Maret.
Namun tanggal tersebut sudah tiga hari lalu dari kemunculan terakhir Netanyahu.
Sumber: Tribun