Mulai Geram! Ini ‘Peringatan Keras’ Dedi Mulyadi kepada Ajang Syarif yang Sering Cosplay Jadi Dirinya

DEMOCRAZY.ID – Fenomena kemiripan wajah Ajang Syarif dengan Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Banyak warganet awalnya sulit membedakan keduanya saat melihat foto Ajang Syarif, karena ekspresi dan senyumnya yang menyerupai gaya khas Dedi Mulyadi.

Kemiripan ini tidak hanya soal bentuk wajah, tetapi juga gestur dan cara tersenyum yang kerap muncul di video.

Perhatian publik terhadap Ajang Syarif pun meningkat tajam, terutama di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram, di mana videonya sering dibagikan secara luas.

Fenomena ini memicu munculnya berbagai meme dan video editan yang membandingkan Ajang Syarif dengan Dedi Mulyadi.

Banyak konten dibuat untuk hiburan atau komentar ringan, tanpa menyentuh kehidupan pribadi kedua pihak.

Kreativitas warganet dalam mengolah kemiripan ini membuat Ajang Syarif menjadi sosok yang cukup dikenal secara instan.

Ajang Syarif mengaku terkejut dengan perhatian yang diterimanya. Ia menyebut bahwa popularitasnya akibat kemiripan ini sama sekali tidak ia duga sebelumnya.

Banyak orang yang mengikuti akun media sosialnya karena penasaran ingin melihat kemiripan langsung dengan Dedi Mulyadi.

Tidak hanya wajah, warganet juga membandingkan suara, gestur, dan cara berbicara Ajang Syarif dengan Dedi Mulyadi.

Meski keduanya tidak memiliki hubungan profesional atau politik, perbandingan ini tetap menarik perhatian banyak orang.

Media lokal pun mulai meliput fenomena ini. Jarang ada warga biasa yang mendadak viral hanya karena kemiripan dengan politisi terkenal, sehingga kasus Ajang Syarif dianggap unik dan layak diberitakan.

Di sisi lain, ada yang menekankan pentingnya menjaga privasi Ajang Syarif agar fenomena ini tidak berubah menjadi ejekan berlebihan.

Sebagian warganet menilai kemiripan ini lucu dan ringan, sementara sebagian lagi mengingatkan agar tetap menghormati kehidupan pribadi.

Fenomena ini juga menjadi studi menarik dalam psikologi sosial.

Kemiripan visual dengan figur publik membuat seseorang cepat menarik perhatian, karena wajah yang familiar cenderung memicu asosiasi dan rasa penasaran publik.

Di era media sosial, sosok yang mirip selebriti atau politisi bisa menjadi viral dengan cepat. Popularitas seperti ini sering muncul tanpa ada aktivitas profesional yang mendukung, murni karena daya tarik visual.

Ajang Syarif beberapa kali muncul dalam video kreator yang membandingkan dirinya langsung dengan Dedi Mulyadi.

Konten-konten ini membuat jangkauan sosial medianya semakin luas dan menambah pengikut baru.

Fenomena ini juga memicu diskusi tentang bagaimana publik menilai seseorang hanya dari wajah.

Banyak orang menyadari bahwa kemiripan fisik bisa menjadi faktor sosial yang menarik dan menjadi bahan perbincangan ringan.

Beberapa pihak pun memanfaatkan momen viral ini untuk kampanye kreatif atau promosi ringan.

Popularitas Ajang Syarif dimanfaatkan sebagai daya tarik untuk konten hiburan tanpa merugikan pihak lain.

Fenomena ini memperlihatkan kombinasi antara kekuatan media sosial, budaya viral, dan ketertarikan publik pada kemiripan figur populer.

Ajang Syarif menjadi contoh bagaimana seseorang bisa dikenal luas hanya karena kemiripan fisik dengan tokoh terkenal.

Selain hiburan, fenomena ini juga membuka peluang bagi Ajang Syarif untuk membangun citra dan pengikut di media sosial, meski awalnya kemiripan itu tidak disengaja.

Popularitas instan seperti ini menjadi bukti pengaruh visual dalam masyarakat modern.

Secara keseluruhan, kemiripan wajah Ajang Syarif dengan Dedi Mulyadi menunjukkan bagaimana fenomena sosial modern dapat berkembang cepat melalui media digital.

Hal ini menjadi bukti bahwa viralitas bisa muncul dari hal sederhana, selama menarik perhatian publik dan dikemas secara kreatif.

Dikritik Dedi Mulyadi

Namun, setelah mulai tenar, sikap Ajang dianggap kelewat batas.

Dia sering becanda mengaku sebagai sosok Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun sampai buka suara.

Dedi Mulyadi meminta Ajang Syarif yang tidak mengaku-ngaku sebagai dirinya kepada warga karena khawatir menggiring penipuan.

Ajang Syarif adalah konten kreator yang cosplay atau memiripkan diri dengan Dedi Mulyadi, mulai dari gerak-gerik, gaya berpakaian, hingga berbicara.

Ia kerap membagikan video berkeliling berbagai daerah dan bertemu dengan warga melalui akun TikTok @ajangsdmreal.

Bahkan, salah satu videonya sudah dilihat lebih dari 3 juta kali tayangan.

Namun, aksi Ajang Syarif cosplay menjadi Dedi Mulyadi menuai pro-kontra di kalangan warganet.

Terbaru, Dedi Mulyadi menyayangkan aksi Ajang Syarif mengaku-ngaku sebagai dirinya kepada warga dalam video terkini.

Dalam video tersebut, Ajang Syarif mengunjungi rumah seorang warga dan membicarakan tentang anak Dedi Mulyadi, Ni Hyang.

Warga tersebut juga merasa senang bisa bertemu dengan “Dedi Mulyadi” yang sebenarnya Ajang Syarif dengan pakaian serba putih lengkap dengan ikat kepala ala sang gubernur.

“Eceu ingin bertemu dengan Pak Dedi, alhamdulillah terlaksana,” kata warga tersebut.

Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi pun memberikan teguran halus kepada Ajang Syarif.

“Kepada Kang Ajang yang bageur, soleh, Akang berpakaian seperti saya, saya senang. Akang meniru gaya saya, saya senang,” ucap Dedi Mulyadi dalam videonya, Minggu (29/3/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, melakukan aksi menyerupai dirinya bisa berdampak negatif terhadap munculnya penipuan atas nama sang Gubernur.

“Tetapi, kalau ada orang menganggap Akang adalah diri saya, dan Akang mengiayakan seolah-olah diri saya, semoga menjadi bahan evaluasi agar tidak ada pihak lain yang melakukan serupa kemudian pada akhirnya, bukan Akang loh, seringkali melakukan penipuan dan kejahatan. Ini sangat berbahaya,” tuturnya.

Dedi Mulyadi mengingatkan Ajang Syarif bahwa sudah banyak akun-akun palsu mengatasnamakan dirinya melakukan penipuan.

Ia tidak mau, hal serupa terjadi karena aksi yang dilakukan Ajang Syarif dianggap hal yang biasa.

“Kan di media sosial sudah banyak akun-akun mengatasnamakan saya, melakukan penipuan terhadap berbagai pihak yang merugikan seperti undian bodong,” jelas Dedi Mulyadi.

“Untuk itu, kepada Kang Ajang, semoga Akang lebih bijak dan mempertimbangkan seluruh langkahnya agar tidak merugikan banyak pihak,” tutup Dedi Mulyadi.

Alasan Cosplay Menyerupai Dedi Mulyadi

Dalam sebuah wawancara dalam tayangan Youtube Marru Channel, Selasa (10/2/2026), Ajang Syarif sempat mengungkap alasannya cosplay atau menyerupai Dedi Mulyadi.

Ia mengaku secara pribadi alasannya mengikuti gaya Dedi Mulyadi seperti memakai pakaian serba putih dan totopong atau penutup kepala iket Sunda, karena kekagumannya kepada Dedi Mulyadi.

Diketahui Ajang Syarif sendiri merupakan penggemar Dedi Mulyadi bahkan tergabung di komunitas Sahabat Dedi Mulyadi.

Ajang mengaku kagum karena aksi Dedi Mulyadi sebagai pejabat yang turun langsung ke jalan bahkan jauh sebelum menjabat sebagai Gubernur.

Menurut Ajang Syarif, meski Dedi Mulyadi kerap disebut sebagai Gubernur Konten, menurutnya aksi KDM itu out the box dari pejabat lainnya.

“Sebelum jadi Gubernur, KDM itu sudah melakukan aksi populis sehingga masyarakat Jabar betul-betul terhipnotis bukan karena gaya kepemimpinannya saja tapi juga keteladanannya,” ungkap Ajang SDM.

Lebih lanjut, pria asal Garut bernama asli Ajang Syarif Nur Hidayatullah itu disinggung politik jika dirinya ditawari masuk partai.

Meski mirip secara fisik, Ajang Syarif atau KDM KW itu menegaskan tidak berniat mencalonkan diri sebagai bupati atau lurah.

“Percaya diri boleh, tapi tahu diri lebih bagus”, karena menyadari kapasitas pemikirannya berbeda jauh dengan KDM yang asli,” ujarnya.

Lebih lanjut Ajang Syarif justru menyampaikan rasa terima kasih kepada manajernya, Ahendra, yang dianggap paling berjasa dalam karier sebagai konten kreator.

Menjadi “KDM KW” membuatnya terkenal dan sering mendapatkan keistimewaan, seperti diberikan parkir VIP karena dikira KDM asli.

Namun, di sisi lain Ajang Syarif juga merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah atau nama baik Dedi Mulyadi agar tidak melakukan hal-hal yang melenceng.

Ajang pun mengaku bahwa dirinya sering bertemu Dedi Mulyadi.

“Saya sering ketemu beliau ketika ada acara, sapa warga, karena kan antusiasme masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat itu luar biasa, masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan, atau hanya ingin melihat secara langsung,” ujar Ajang SDM.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Radar Sumedang (@radarsumedang)

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya