MR X Sebut Tak Ada Imigrasi dan Bea Cukai di Bandara dan Pelabuhan PT IMIP: Kontainer Masuk dari China Tanpa Diperiksa!

DEMOCRAZY.ID – Mr X, mantan pegawai PT IMIP mengatakan bahwa tidak ada Imigrasi dan Bea Cukai di Bandada dan pelabuhan PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tangah (Sulteng).

Mr X dilansir dari kanal YouTube Rakyat Bersuara di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025, mensinyalir kuat tidak adanya otoritas Indonesia bukan hanya di bandara, tetapi juga di pelabuhan PT IMIP.

“Tidak ada, kan pelabuhan privat. Tidak ada sama sekali Bea Cukai, yang saya tahu sama,” ucapnya.

Ia menegaskan, bukan hanya dari Bea Cukai dan Imigrasi, tetapi juga tidak ada aparat penegak hukum lainnya di bandara maupun pelabuhan PT IMIP.

Sumber tersebut lebih lanjut menyampaikan, kontainer dari China membawa barang-barang melalui pelabuhan privat PT IMIP, masuk tanpa pemeriksaan Bea Cukai.

“Ya, karena langsung masuk di situ, tidak ada logo-logo, biasanya kan kalau sudah diperiksa oleh Bea Cukai, kan ada logo-logonya di kontainernya,” ujar dia.

Mr X mengaku, menyaksikan itu dengan mata kepalanya sendiri ketika membongkar kontainer atau peti kemas asal China di PT IMIP.

“Waktu dibuka juga saya lihat. [Itu] 2015, 2016-an saya sempat dua kali lihat,” ucapnya.

TKA Asal China di PT IMIP Setara dengan Jumlah Warga Kecamatan Bahodopi

Pekerja asing asal China, termasuk tukang sapu di PT IMIP jumlahnya setara dengan warga satu Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Hampir setara dengan jumlah masyarakat satu Kecamatan Bahodopi,” kata Mr X, mantan karyawan PT IMIP dilansir dari kanal YouTube Rakyat Bersuara di Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.

Ia menyampaikan, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) China itu, pada tahun 2015 dan 2016. Saat itu, Mr X masih bekerja di PT IMIP.

Menurut dia, jumlah TKA China di PT IMIP mencapai ribuan orang. Angka persisnya sekitar 5 ribu orang.

“[Jumlahnya] ribuan. Ya kurang lebih [5 ribuan orang],” ucapnya.

Mirisnya, sesuai versi Mr X, TKA asal China itu bukan hanya pekerja profesional yang Indonesia tidak mempunyai kualifikasi tersebut.

Menurut dia, TKA asal China itu hingga tukang sapu atau kebersihan yang tidak perlu mempunyai keahlian khusus.

“Ya, pada waktu itu mereka tidak menggunakan [mesin untuk menyapu], saya enggak tahu kalau sekarang pakai teknologi, ya misalnya ada teknologi,” ucapnya.

“Saat itu, mereka pakai tenaga manusia, mungkin untuk pemberdayaannya, agar banyak SDM yang digunakan, sehingga tukang sapunya masih,” ujarnya.

Menurut dia, TKA China yang bertugas sebagai tukang sapu, bisa dikenali dari penampilan khasnya ketika mereka bekerja.

“Dia modelnya pakai caping, terus nyapu pakai sebuah sapu besar itu, terus nyapu jalanan gitu,” katanya.

Mr X menyebut jumlah TKA dari China yang menjadi tukang sapu tersebut jumlahnya mencapai ratusan orang. “Ratusan,” tandasnya.

Selain jumlahnya yang terbilang banyak, gaji untuk tukang sapu asal China di PT IMIP sangat fantastis, yakni sekitar Rp16–17 juta per bulan.

“Gaji mereka itu, saya nanya ke mereka lewat penerjemah, jadi saya minta bantuan. Saya nanya, senang enggak kerja di Indonesia?” kata dia.

TKA asal China yang bertugas sebagai tukang sapu mengaku sangat senang.

“Oh, dia bilang senang, gitu kan. Terus kita tanya, gaji kamu berapa? Gaji kita 8 ribuan [Yuan],” katanya.

Gaji tersebut dibayarkan dalam dua mata uang, yakni sebesar 50 persennya dalam Yuan dan sebagian lagi Rupiah.

“Dibagi dua, 50 persen diberikan kepada keluarganya di negaranya dalam bentuk Yuan dan sisanya dalam bentuk Rupiah diberikan kepada para pekerjanya di Indonesia,” ucapnya.

[FULL VIDEO]

Sumber: Konteks

Artikel terkait lainnya