DEMOCRAZY.ID – Aktivis media sosial Jhon Sitorus melontarkan kritik keras terhadap Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, terkait pernyataannya yang mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan di tengah memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya di media sosial, Jhon Sitorus menilai sikap tersebut tidak tepat dan justru menyudutkan pihak yang dianggap sebagai korban dalam konflik tersebut.
“Dimana-mana yang didesak itu pelaku, bukan korban. Logika macam apa yang ada di kepala Menlu Sugiono ini?” tulis Jhon dalam unggahannya yang kemudian ramai diperbincangkan warganet, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, jika Indonesia ingin mengambil posisi diplomatik yang tegas, seharusnya desakan dilakukan kepada pihak yang dianggap sebagai pemicu konflik, yakni Amerika Serikat dan Israel.
Ia menilai langkah mendesak Iran untuk berunding justru menunjukkan ketidaktepatan dalam membaca situasi geopolitik.
“Kalian harusnya mendesak AS-Israel ke meja perundingan, bukan malah menyudutkan Iran,” lanjutnya.
Jhon bahkan menyarankan agar posisi Menteri Luar Negeri dievaluasi.
Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi mencoreng citra diplomasi Indonesia di mata publik.
“Sebaiknya Menlu diganti saja, bikin malu saja,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengaku telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mendorong pentingnya penyelesaian konflik di meja perundingan demi menghentikan perang di Timur Tengah.
Iran mendapat serangan lebih dahulu dari Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di negara tetangganya.
“Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan,” kata Sugi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) malam.
Sugi menyampaikan dalam komunikasinya dengan Aragchi itu, ia menyatakan sikap RI yang menyatakan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan wilayah satu negara.
Selain itu, ia juga kembali menyampaikan niat Prabowo menjadi mediator dalam konflik ini.
“Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara teluk terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka,” ujarnya.
@radioelshintaMenteri Luar Negeri RI, Sugiono mendesak Menteri Luar Negeri Iran untuk membawa pihak-pihak yang terlibat konflik ke meja perundingan guna menghentikan perang di Timur Tengah. Seruan itu disampaikan di Istana Kepresidenan pada Selasa, 3 Maret 2026. Sugiono menyampaikan pernyataan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul eskalasi serangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan, Sugiono menegaskan bahwa konflik bersenjata hanya akan memperburuk situasi dan memperbesar dampak terhadap warga sipil di kawasan. #MenluRI @Kemlu_RI♬ original sound – Radio Elshinta
Sumber: CNN