DEMOCRAZY.ID – Mendapat predikat sebagai menteri dengan kinerja terburuk di Kabinet Merah Putih dengan nilai -79, Natalius Pigai tak luput dari sorotan publik.
Di balik rapor merah itu, angka yang tercatat dalam laporannya ke KPK pun ikut mengundang rasa penasaran.
Natalius Pigai resmi dilantik pada Senin, 21 Oktober 2024 di Istana Negara, Jakarta, bersama para menteri lain dalam Kabinet Merah Putih.
Sosok yang dikenal sebagai aktivis vokal dalam isu hak-hak masyarakat adat dan kelompok terpinggirkan ini sempat menuai harapan tinggi.
Namun dalam satu tahun masa jabatannya, performa Pigai tak luput dari kritik.
Dalam survei yang dirilis lembaga Celios, Natalius Pigai tercatat sebagai salah satu menteri dengan kinerja terburuk.
Ia memperoleh skor -79 poin, menjadikannya menteri dengan nilai terendah di kabinet, dan yang terburuk di bidang Hukum dan HAM.
Selain kinerja dan penilaian publik yang belakangan ramai disorot, harta kekayaan Natalius Pigai sebagai pejabat negara juga turut menjadi perhatian.
Apakah seorang menteri dengan nilai jelek memiliki harta yang justru bagus?
Berdasarkan data resmi dari LHKPN, Natalius Pigai tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp4.370.000.000.
Jumlah tersebut dilaporkan melalui LHKPN setelah ia dilantik menjadi Menteri HAM dalam Kabinet Merah Putih.
Berikut ini adalah daftar aset yang dilaporkan Natalius Pigai dalam LHKPN:
Natalius Pigai adalah sosok asal Papua yang dikenal luas sebagai aktivis sekaligus pembela hak asasi manusia.
Ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih.
Lahir di Paniai, Papua Tengah, pada 25 Desember 1975, Natalius Pigai tumbuh sebagai pribadi yang menaruh perhatian besar pada isu-isu keadilan sosial, diskriminasi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.
Natalius Pigai sempat menempuh pendidikan statistika di Universitas Indonesia pada tahun 2003, menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2005, dan mengikuti program kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara pada tahun 2010-2011.
Nama Natalius Pigai mulai dikenal publik secara luas saat menjabat sebagai Komisioner Komnas HAM pada periode 2012-2017.
Selama masa tugasnya, Pigai aktif bersuara dalam isu-isu yang menyangkut pelanggaran HAM dan keberpihakan terhadap masyarakat adat serta kelompok marginal.
Sumber: Inilah