DEMOCRAZY.ID – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengklaim dirinya telah memahami isu HAM sejak usia 5 (lima) tahun.
“Kemampuannya” itu ia pamerkan dalam acara Sinkronisasi dan Akselerasi Rapat Koordinasi Instrumen dan Penguatan HAM di Kementerian HAM yang berlangsung Selasa 24 Februari 2026.
Pada forum resmi itu, Natalius Pigai menegaskan, setiap pernyataan yang dirinya sampaikan berada dalam koridor HAM.
“Semua yang saya ucapkan adalah HAM. (Jadi) tidak mungkin saya salah di hadapan aktivis, karena saya terkontrol,” klaimnya.
Menteri Pigai memang dikenal mempunayi latar belakang panjang sebagai aktivis HAM sebelum diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri.
Ia menggarisbawahi bahwa pengalamannya sejak kecil hingga terjun langsung dalam berbagai advokasi menjadi modal yang kuat dalam memahami isu-isu hak asasi.
Pernyataannya menuai beragam respons publik.
Sebagian menilai apa yang disampaikannya sebagai bentuk kepercayaan diri.
Sekaligus penegasan kapasitasnya sebagai pejabat yang membidangi HAM.
Tetapi banyak juga yang berpendapat bahwa diskursus HAM tetap terbuka untuk perdebatan serta interpretasi yang beragam.
Sumber: Konteks