Membangun Bekasi Sehat: Peran Vital Dinas Kesehatan Kota Bekasi di Era Modern dan Transformasi 2026

Dinkes Bekasi Terus Melayani: Transformasi Digital dan Program Unggulan untuk Masyarakat Sehat di Era Modern

Kota Bekasi, dengan populasi lebih dari 2,5 juta jiwa dan pertumbuhan urban yang pesat, menghadapi dinamika kesehatan yang unik. Sebagai kota penyangga Jakarta, Bekasi memiliki tantangan seperti kepadatan penduduk, migrasi tinggi, polusi, penyakit tidak menular (PTM), stunting, serta kebutuhan layanan kesehatan yang inklusif bagi semua lapisan masyarakat. Di garis depan upaya ini berdiri Dinas Kesehatan Kota Bekasi atau yang akrab disebut DINKES BEKASI.

DINAS KESEHATAN BEKASI bukan hanya pengelola puskesmas dan rumah sakit daerah, melainkan arsitek utama sistem kesehatan kota yang berorientasi pada promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Melalui visi “Menjadi penyelenggara pelayanan kesehatan kota yang unggul, profesional, dan berintegritas”, Dinkes Bekasi terus mendorong masyarakat sehat, mandiri, dan sejahtera dengan kualitas hidup berkelanjutan.

dkbekasi.com

Visi, Misi, dan Nilai Inti: Fondasi Pembangunan Kesehatan Berkelanjutan

Visi DINKES BEKASI menekankan pelayanan unggul yang profesional dan berintegritas. Misi utamanya mencakup:

  • Meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar, rujukan, dan kegawatdaruratan dengan standar prima.
  • Memperluas akses melalui digitalisasi, sistem terpadu, dan transparansi data.
  • Meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyakit, status gizi masyarakat, serta ketersediaan sumber daya kesehatan merata.
  • Membangun kolaborasi lintas sektor untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) yang telah diraih Bekasi.

Nilai inti seperti integritas, pelayanan prima, akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme menjadi pedoman. Renstra 2024-2026 menargetkan penguatan layanan primer, penurunan stunting, peningkatan imunisasi, dan usia harapan hidup yang lebih panjang.

Capaian Kinerja 2024-2026: Bukti Kerja Nyata

Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) 2024, DINAS KESEHATAN BEKASI mencatat prestasi signifikan:

  • Nilai AKIP mencapai 102,11% (melebihi target).
  • Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 104,79% (realisasi 83,83 dari target 80).
  • Usia harapan hidup naik menjadi 76,14 tahun.
  • Prevalensi stunting turun drastis (dari ribuan kasus, dengan target penurunan terus-menerus).
  • Ribuan balita terpantau tumbuh kembangnya melalui posyandu.

Di 2025-2026, capaian terus berlanjut: penghargaan nasional untuk imunisasi, penanggulangan HIV/AIDS, dan active case finding kusta.

Program Kota Bekasi Sehat dievaluasi rutin, dengan Wali Kota Tri Adhianto memerintahkan percepatan verifikasi 2025. Satu tahun kepemimpinan menunjukkan komitmen “Terus Melayani” dengan pelayanan lebih nyaman dan responsif.

Program Unggulan: Bekasi Sehat Ibu dan Anak (BSIA) dan Penurunan Stunting

Program Bekasi Sehat Ibu dan Anak (BSIA) tetap jadi andalan. Fokus pada:

  • Pemeriksaan antenatal minimal 4 kali.
  • Kelas persiapan melahirkan.
  • Imunisasi lengkap dan vitamin A.
  • Pemantauan tumbuh kembang balita via posyandu.

Hasilnya, angka kematian ibu dan bayi menurun, kunjungan posyandu meningkat. Integrasi digital: reminder via WhatsApp, dashboard real-time, dan aplikasi monitoring.

Stunting jadi prioritas nasional dan daerah. Di Kota Bekasi, prevalensi terus ditekan melalui kolaborasi lintas sektor (Dinas Sosial, Pendidikan, PU). Rencana Aksi 2025 melibatkan koordinasi untuk identifikasi masalah dan program prioritas. Penurunan signifikan tercatat, mendukung target nasional di bawah 14%.

dkbekasi.com

Imunisasi dan Pengendalian Penyakit Menular: Zero Dose hingga TBC

Imunisasi jadi pilar utama. Pertemuan lintas sektor 2025 fokus percepatan imunisasi anak zero dose (belum pernah imunisasi dasar). Cakupan imunisasi ditingkatkan melalui catch-up dan outreach.

Pengendalian PTM (diabetes, hipertensi, obesitas) melalui skrining gratis di puskesmas: cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, BMI.

Penyuluhan rutin seperti “Pentingnya Mengontrol Tekanan Darah” (hindari komplikasi jantung) dan “Peran Serat dalam Kesehatan Pencernaan” (cegah sembelit, kanker usus).

Untuk mata di era digital: aturan 20-20-20, istirahat layar, pencahayaan baik. Penghargaan nasional diraih untuk program TBC (active case finding terbaik) dan HIV/AIDS.

Transformasi Digital dan Puskesmas Pintar

Digitalisasi jadi game-changer. Puskesmas terhubung sistem informasi terpadu:

  • Antrean online.
  • Jadwal dokter/vaksinasi.
  • Riwayat kesehatan pribadi.
  • Pengaduan digital.

Kolaborasi dengan penyedia teknologi memungkinkan deteksi klaster penyakit cepat. Di 2026, layanan semakin terintegrasi, termasuk MCU Haji di 6 RS (4 RSUD + 2 swasta).

Layanan Khusus: Lansia, Sekolah, dan Respons Bencana

  • Program lansia dorong kemandirian: Posyandu Lansia, pemeriksaan rutin, kegiatan sosial. Cek kesehatan gratis di sekolah dan puskesmas gencar digalakkan.
  • Respons bencana: layanan 24 jam untuk korban banjir, distribusi logistik kesehatan. Jumat Berbagi jadi inisiatif sosial rutin.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Penghargaan

Kerja sama dengan BPJS, RS swasta, IDI, komunitas, dan OPD lain kuat. Kartu Sehat berbasis NIK memastikan akses tanpa hambatan. Penghargaan 2025: tiga nasional (imunisasi, HIV/AIDS, kusta).

Hari Kesehatan Nasional, Rakornas 2026, dan kunjungan kerja (misalnya dari DPRD daerah lain) jadi momentum refleksi.

Tantangan dan Strategi ke Depan 2026-2029

  • Tantangan: urbanisasi, polusi, kesenjangan pinggiran, migrasi. Strategi: penguatan primer, digital health, penurunan gap SPM, pencegahan PTM, eliminasi TBC model “Kampung Siaga”.
  • Masyarakat diimbau aktif: ikut posyandu, hidup sehat, laporkan isu. Sinergi pemerintah-tenaga kesehatan-masyarakat kunci.

Kesimpulan: Mitra Kesehatan Setiap Warga Bekasi

DINKES BEKASI adalah mitra terpercaya. Kunjungi situs resmi untuk update: program, berita, jadwal vaksinasi, lokasi puskesmas, tips kesehatan. Di era 2026, komitmen “Terus Melayani” makin kuat demi Bekasi nyaman, sejahtera, sehat.

Mari dukung dengan menjaga kesehatan diri dan keluarga. Sehat selalu, Bekasi!

Artikel terkait lainnya