Lengser dari Istana, Sri Mulyani Malah Lolos Ngajar di Kampus Terkenal Dunia, Publik Auto Heboh!

DEMOCRAZY.ID – Setelah resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan dan posisinya digantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sri Mulyani ternyata sudah menyiapkan babak baru yang tak kalah prestisius.

Bukan kembali ke Bank Dunia, bukan pula masuk gelanggang politik, melainkan melangkah ke salah satu kampus paling bergengsi di dunia yaitu Universitas Oxford.

Publik sempat bertanya-tanya ke mana arah perjalanan Sri Mulyani setelah hengkang dari kabinet.

Pasalnya, selama dua dekade terakhir, namanya selalu identik dengan urusan fiskal negara dan reformasi keuangan, Kini teka-teki itu terjawab.

Oxford secara resmi mengumumkan bahwa Sri Mulyani akan bergabung sebagai World Leaders Fellow di Blavatnik School of Government mulai 2026.

Langkah ini sontak mengundang reaksi luas. Bagaimana tidak, jabatan tersebut bukan posisi sembarangan.

Hanya segelintir tokoh dunia dengan rekam jejak panjang di pemerintahan yang dipilih.

Program ini menempatkan mereka sebagai pengajar, mentor, sekaligus figur kunci bagi mahasiswa yang kelak memimpin negara masing-masing.

Blavatnik School sendiri dikenal memiliki mahasiswa dari lebih dari 60 negara setiap tahunnya.

Oxford menjelaskan bahwa kehadiran Sri Mulyani diperlukan untuk memperkaya perspektif global tentang kepemimpinan dan kebijakan publik.

Pengalaman panjangnya menangani ekonomi Indonesia, menghadapi krisis global.

Hingga reformasi birokrasi dianggap sebagai sumber belajar yang relevan bagi generasi pembuat kebijakan masa depan.

Sri Mulyani menyebut kesempatan ini sebagai “kehormatan besar”, seraya menegaskan bahwa berbagi pengalaman merupakan bagian penting dari pengabdian yang lebih luas.

Ia berharap dapat mendorong para pemimpin muda untuk mengedepankan integritas dan kompetensi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Bagi banyak pihak, kabar ini menjadi semacam “plot twist” karier.

Diganti di kabinet dalam dinamika politik dalam negeri, namun justru melambung ke panggung akademik internasional.

Ada yang menilai ini sebagai bentuk pengakuan dunia terhadap kapasitas seorang Sri Mulyani.

Ada pula yang menyebutnya sebagai jalur baru untuk berkontribusi tanpa terikat tekanan politik.

Blavatnik School menegaskan bahwa posisi Sri Mulyani dalam program fellowship tersebut akan dipusatkan pada pengajaran.

Diskusi intensif kebijakan publik, hingga mentoring bagi mahasiswa maupun alumni. Ia juga akan terlibat dalam forum dialog kebijakan global yang rutin digelar Oxford.

Bagi Sri Mulyani, dunia akademik sebenarnya bukan hal baru. Sebelum aktif di pemerintahan.

Ia adalah pengajar di Universitas Indonesia dan pernah berkarier panjang di lembaga internasional.

Bedanya, kali ini ruang belajar yang dihadapinya jauh lebih beragam dan strategis.

Sementara itu, di dalam negeri, pengumuman ini kembali memunculkan perbincangan seputar dinamika pergantian menteri.

Namun di luar hiruk pikuk politik, langkah Sri Mulyani dianggap sebagai bukti bahwa kompetensi seorang pejabat publik tidak berhenti ketika jabatan dilepas.

Justru sebaliknya, bisa terbuka ruang baru yang jauh lebih luas.

Dengan masuknya Sri Mulyani ke Oxford, Indonesia kembali menempatkan salah satu putra-putri terbaiknya dalam panggung edukasi global.

Tak berlebihan jika banyak yang menyebut bahwa Sri Mulyani kini memasuki babak “pasca-istana” yang lebih tenang, namun tidak kalah berpengaruh.

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya