DEMOCRAZY.ID – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menuding Center of Economic and Law Studies (Celios) pendukung Anies Baswedan.
Itu diungkapkan menanggapi survei Celios soal kementerian dengan kinerja terburuk.
Di survei tersebut, lembaga yang digawangi Pigai menduduki urutan pertama. Dengan poin minus 113.
“Oke. Celios pendukung Anies.Kita harus ngomong, orang Celios pendukung Anies. Nggak papa, silahkan klarifikasi. Celios pendukung Anies,” kata Pigai dikutip dari YouTube CNN Indonesia, Sabtu (11/10/2025).
Dia menjelaskan bahwa dirinya 10 tahun oposisi. Tidak masuk dalam pemerintahan.
Selama itu, dia mengatakan tiap saat mengkritik pemerintah.
“Terlepas dari penilaian ini. Saya 10 tahun berada di oposisi. Tidak masuk dalam pemerintahan. Kritik pagi, siang, dan malam,” ujarnya.
Karenanya, kata dia, ketika dia sekarang ada di pemerintahan, tidak heran lagi ada pembencinya. Karena menurutnya, ada orang yang memang membenci dirinya.
“Ketika saya ada di pemerintahan, saya tah ada yang tidak suka saya. Saya tahu ada yang benci sama saya. Ada buzzer, ada benci,” ucapnya.
Pigai lalu bercerita, dirinya masuk dalam jajaran tim pemenangan Prabowo. Karenanya, dia paham dua kelompok lain yang melawan Prabowo di Pemilihan Presiden, membencinya.
“Saya mendukung Prabowo, kami memenangkan pertarungan. Saya tahu, ada dua calon maupun kelompok pengikut yang tidak suka sama saya,” imbuhnya.
“Oleh karena itulah, saya memahami, ketika ada misalnya survei kinerja, kritikan, kasi komentar di media. Pasti saya buruk,” sambungnya.
Walau tidak semuanya, dia menuding beberapa orang di Celios adalah pendukung Anies.
“Salah satunya adalah, saya sudah menemukan beberapa orang. Tidak semua Celios yah, berapa oknum di Celios yang mendukung Pak Anies Baswedan,” ucapnya.
“Saya prajurit setiap Prabowo Subianto yang memenangkan pertarungan. Oleh karena itu wajar mereka yang tidak memenangkan pertarungan benci sama saya,” tambahnya.
Dia juga menanyakan kapasitas Celios melakukan survei untuk menilai kinerja Kementerian HAM. Karena menurutnya Celios hanya cenderung fokus ke ekonomi.
“Celios itu lebih cenderung. Celios ini, lebih kompetensi di bidang ekonomi. Bagaimana dia tahu HAM. Satu orang di anggota Celios yang belum pernah saya lihat 30 tahun perjalanan perjuangan HAM saya. Salah satu sahabat saya, belum pernah,” pungkasnya.
Pernyataan Pigai itu pun kini jadi pembahasan di media sosial.
Banyak yang menilai jawaban Menteri HAM tersebut tidak nyambung dengan pertanyaan host.
“Yang dievaluasi kinerjanya pak, bukan masalah dukung mendukung,” tulis seorang warganet
“Maaf yaa.. Mentri bicaranya kayak orang bodoh kok bisa dipilih. Maaf .. mana posisi nya di Kementerian HAM, yg dibutuhkan org yg cerdas, ga baperan dan logikanya jalan.. yang ini.. sorry to say.. ga masuk akal cara bicaranya,” balas lainnya.
“Hei loe diangkat jadi menteri, adalah pembantu presiden,presiden terpilih itu adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, baik pendukungnya atau pun yang kalah, nah anda juga menteri seluruh rakyat bukan hanya menteri pendukung saja, jadi kalau SDH jadi pejabat coba otaknya digeser dikit biar bener,jangan pakai otak pas kampanye atau saat pilpres. Pilpres sdh lewat bung,” sindir lainnya.
[VIDEO]
Sumber: Fajar