DEMOCRAZY.ID – Seorang pengemudi mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kebumen menabrak pagar sekolah lalu menghajar belasan warga yang kendak menolongnya.
Polisi menduga sopir tersebut mengemudi dalam kondisi mabuk.
“Itu karena psikologis, karena mabuk. Memang asli sopir MBG dapur Wonotirto Kecamatan Karanggayam. Tujuan pakai mobil itu sih di luar jam kerja, katanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Kalau arahnya dari Desa Clapar ke arah Gebangan,” ungkap Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun saat dihubungi detikjateng, Sabtu (7/2/2026).
Adapun sopir mobil SPPG atau pelaku adalah Ajiz Setyo Wihantoro (39) warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam.
Ia menabrak gerbang SDN Clapar, Kecamatan Karanggayam dan talud pada Jumat (6/2/2026) sore.
Samun menjelaskan, setelah kejadian itu, warga berusaha mendekat dan hendak menolong pelaku.
Namun, yang bersangkutan justru emosi dan ngamuk ke warga dengan membabi buta.
Aparat kepolisian yang mendapatkan laporan peristiwa itu, langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.
“Ketika itu warga mau menolong, tapi karena yang bersangkutan itu psikologisnya tidak stabil malah ngamuk ke warga sekitar secara membabi buta. Terus kita amankan ke Polsek Karanggayam,” jelasnya.
Saat kejadian sekolah dalam keadaan kosong. Meski tidak ada korban dari pihak sekolahan, namun belasan warga menjadi korban amukan pelaku.
“Korban tidak ada yang luka berat, korban sekitar 15 orang luka kena pentung kena jotos. Yang pas nabrak malah nggak ada korban. Ini korban dari warga yang mau menolong, dia keluar dari mobil malah ngamuk ke warga Sekitar. SD kosong karena kejadian sekitar jam 17.00 WIB,” imbuhnya.
Sebelum peristiwa itu terjadi, sopir sudah terpantau oleh warga sekitar mengemudi mobil secara ugal-ugalan.
Sesampainya di lokasi kejadian, mobil melaju tidak terkendali hingga menabrak pagar gerbang SD dan talud.
“Pengemudi itu memang sudah terpantau mengemudi mobil secara ugal-ugalan. Sesampainya di TKP itu kan agak naik terus belok, nah itu tidak terkendali terus nabrak pagar gerbang SD. Setelah itu mobil pecah ban, oleng lagi maju nabrak dinding talud depan SD,” pungkasnya.
Sumber: Detik