DEMOCRAZY.ID – Kabar duka datang dari Jepang. Rylan Henry Pribadi (17), cucu konglomerat Indonesia dilaporkan meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat bermain ski.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu 7 Januari 2026 sekitar pukul 15.50 waktu setempat.
Lokasinya berada di area perbatasan Niseko Tokyu Grand Hirafu dan HANAZONO Ski Resort di Kota Kutchan, Hokkaido.
Menurut keterangan kepolisian, Rylan Henry Pribadi yang memiliki kewarganegaraan ganda Indonesia dan Australia itu mengalami insiden ketika meluncur di lereng ski.
Cucu keluarga pendiri Napan Group Henry Pribadi itu diduga terlilit tali pembatas lintasan (boundary rope) di bagian leher, yang membuatnya jatuh dan kehilangan kesadaran.
“Korban meninggal dunia setelah lehernya terlilit tali pembatas lintasan (boundary rope) saat meluncur di lereng ski,” ujar sumber kepolisian, dikutip dari laporan media setempat.
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh pemain ski lain yang melihat putra dari Reza Pribadi itu dalam kondisi tergeletak di lintasan.
Saksi kemudian melaporkan situasi tersebut kepada petugas pengelola resort. Pihak pengelola lalu menghubungi kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Kepolisian Hokkaido menyebut, di area kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan tali sebagai penanda batas lintasan.
Diduga, saat melaju, leher korban mengenai tali tersebut hingga memicu cedera fatal.
Rylan Henry Pribadi sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Hasil autopsi pada 9 Januari 2026 menyatakan penyebab kematian adalah asfiksia atau mati lemas akibat tekanan pada leher.
Diketahui, korban datang ke Niseko untuk berlibur bersama teman-temannya.
Namun saat kecelakaan terjadi, Rylan Henry Pribadia disebut sedang bermain ski seorang diri.
Kini, kepolisian Jepang masih menyelidiki detail insiden, termasuk kondisi lintasan dan penempatan tali pembatas, untuk mengevaluasi aspek keselamatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, pengusaha sekaligus mantan Dubes RI untuk Polandia Peter F. Gontha turut menyampaikan belasungkawa.
“Saya ingin menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya… atas kepergian cucu tercinta mereka, Rylan Henry Pribadi, dalam sebuah kecelakaan olahraga di Jepang,” tulisnya di Facebook.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi salah satu tokoh yang menyampaikan duka secara langsung.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, Airlangga menuliskan rasa belasungkawa atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, sekaligus menyebut hubungan kedekatan keluarga.
“Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi,” tulis Airlangga.
Ia juga menyebut Rylan Henry Pribadi merupakan putra dari Reza Pribadi serta cucu dari Henry Pribadi.
Ungkapan serupa datang dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Anindya menyatakan dirinya ikut merasakan kehilangan, karena kedekatan personal dengan keluarga.
“Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi,” tulisnya. Anindya juga menyebut Rylan Henry Pribadi sebagai cucu dari Henry Pribadi yang ia kenal baik.
Anindya menambahkan, kepergian Rylan terasa makin berat karena almarhum disebut punya kedekatan dengan keluarganya.
“Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan… Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya,” lanjutnya.
Dalam pesannya, Anindya turut menggambarkan sosok Rylan sebagai pribadi yang berprestasi.
Ia menyebut Rylan Henry Pribadi sebagai anak yang dikenal karena kepintaran, tata krama, sportif, pekerja keras, dan memiliki capaian yang membanggakan.
Sumber: Konteks